Iran Melancarkan Serangan ke Kilang Minyak dan Tangki Bahan Bakar Israel di Haifa

Angkatan Udara Iran melaksanakan serangan drone pada Selasa, 10 Maret 2026, menargetkan fasilitas kilang minyak serta tangki penyimpanan bahan bakar yang dimiliki Israel di Haifa. Ini merupakan respons langsung terhadap serangan yang terjadi pada depot minyak Iran sebelumnya.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah insiden agresi yang dipicu oleh tindakan AS dan Israel pada 28 Februari, militer Republik Islam Iran mengonfirmasi bahwa serangan dilakukan oleh para prajurit Angkatan Udara mereka sebagai tindakan balasan terhadap serangan yang menimpa fasilitas minyak Iran.
“Sebagai respons atas serangan yang ditujukan kepada fasilitas penyimpanan minyak Iran, Angkatan Udara Iran menggunakan drone untuk menyerang kilang minyak dan fasilitas penyimpanan bahan bakar milik rezim Zionis di Haifa,” ungkap pernyataan militer Iran yang diwartakan oleh media pemerintah.
Pernyataan itu menegaskan bahwa perjuangan melawan kejahatan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang dianggap membunuh anak-anak akan berlanjut hingga akhirnya kekuatan kebenaran mengalahkan kebohongan.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Iran yang ditujukan ke Israel, dan sistem pertahanan udara mereka sedang berupaya untuk mencegat ancaman tersebut dengan serius.
Seorang koresponden melaporkan bahwa sirene peringatan serangan udara berbunyi di Tel Aviv dan seantero wilayah Israel tengah setelah peluncuran roket terbaru dari Iran, sementara ledakan terdengar yang diyakini berasal dari upaya pencegatan rudal oleh sistem pertahanan Israel.
Menurut sistem peringatan roket Israel, alarm berbunyi di sebagian besar wilayah Israel bagian tengah, termasuk area Yerusalem dan Tepi Barat. Pada hari Senin, 9 Maret 2026, satu orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat pecahan roket yang jatuh di tengah Israel.
Serangan militer besar-besaran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, serta beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.
Operasi tersebut mencakup serangan udara yang melibatkan berbagai lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.
➡️ Baca Juga: Manchester United Perkenalkan Striker Baru yang Menggemparkan Era Michael Carrick
➡️ Baca Juga: Indonesia Menghadapi Hampir 15 Juta Serangan Siber dalam Setahun Terakhir




