BGN Menangguhkan Dua Dapur MBG di Ponorogo karena Pemilik Klaim Cucu Menteri

Dua Kepala SPPG di Ponorogo melakukan perjalanan jauh hingga Blitar, Jawa Timur, akhir pekan lalu untuk menemui Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang. Pertemuan tersebut diadakan saat sosialisasi dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung di Blitar.
Nanik mengungkapkan bahwa kedua Kepala SPPG tersebut datang dengan tujuan meminta perlindungan. “Mereka rela menempuh jarak jauh hanya untuk bertemu dan berbagi apa yang mereka alami,” ujar Nanik dalam keterangannya.
Rizal Zulfikar Fikri, Kepala SPPG Ponorogo Kauman Somorto, bersama Moch. Syafi’i Misbachul Mufid dari SPPG Ponorogo Jambon Krebet, melaporkan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam pengelolaan dua SPPG di bawah Yayasan Bhakti Bhojana Nusantara.
Selama berbulan-bulan, mereka merasa tertekan dan diintimidasi oleh pihak Yayasan yang mengklaim memiliki hubungan dengan cucu seorang menteri. Tekanan tersebut membuat mereka merasa tidak berdaya dalam menjalankan tugas.
Yayasan yang mengelola kedua dapur tersebut diduga telah melakukan rekayasa dalam proses pengadaan bahan pangan. Dari anggaran yang ditetapkan BGN sebesar Rp 10 ribu per porsi, mereka hanya menggunakan Rp 6.500 untuk pembelian bahan pangan.
Akibatnya, kedua Kepala SPPG tersebut kerap harus mengeluarkan uang dari saku pribadi untuk menutupi kekurangan belanja agar menu yang disajikan tetap layak dan sesuai harapan.
“Mau tidak mau, saya harus melakukannya, karena saya merasa kasihan pada adik-adik siswa penerima manfaat,” ungkap Mufid dengan nada penuh keprihatinan.
Nanik menilai tindakan pemilik Yayasan tersebut tidak hanya tidak manusiawi, tetapi juga sangat tidak pantas dilakukan terhadap orang-orang yang bertugas untuk kebaikan anak-anak.
Selama ini, kedua Kepala SPPG tersebut terus menerimakan ancaman, termasuk kemungkinan kedatangan pihak kepolisian atau pengacara jika mereka tidak mengikuti perintah Yayasan. Bahkan, relawan dan sekolah yang menerima manfaat dari program tersebut diminta untuk menandatangani sebuah dokumen yang menuntut pengusiran kedua Kepala SPPG itu.
Menanggapi laporan dan keluhan yang disampaikan, Nanik segera menginstruksikan Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II, untuk melakukan inspeksi langsung terhadap kedua dapur tersebut, didampingi Tenaga Ahli Utama Waka BGN bidang Media, Hanibal Wijayanta, beserta timnya.
Nanik merasa marah ketika mengetahui bahwa kedua Kepala SPPG tersebut, yang seharusnya menjadi perwakilan BGN, telah diupayakan untuk disingkirkan melalui cara-cara yang sangat tidak etis. Oleh karena itu, ia langsung memerintahkan untuk menutup kedua dapur itu demi melindungi mereka.
➡️ Baca Juga: Wilayah Ini Berisiko Menghilang Jika Terjadi Perang Nuklir Antara Iran dan AS-Israel
➡️ Baca Juga: Anggota DPR AS Menerima Kritik Keras Usai Klaim Umat Muslim Tak Diterima di Amerika




