Menlu Araghchi Tegaskan Iran Tak Pernah Minta Perundingan Usai Pernyataan Trump

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan pada hari Minggu bahwa negaranya tidak memiliki alasan untuk melakukan dialog dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas klaim Presiden Donald Trump yang menyatakan bahwa Iran tengah mencari kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara kedua negara.
“Kami tidak pernah mengajukan permohonan untuk gencatan senjata, dan kami juga tidak pernah meminta untuk bernegosiasi,” ungkap Araghchi dalam wawancara yang disiarkan di acara Face the Nation with Margaret Brennan.
Seiring dengan berjalannya perang yang telah memasuki minggu ketiga, Trump secara konsisten menyatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan. Dalam salah satu unggahannya di Truth Social pada malam Jumat, Trump bahkan berpendapat bahwa Iran tengah dalam posisi kalah dan berkeinginan untuk membuat kesepakatan, namun bukan kesepakatan yang akan diterimanya.
Pada hari Sabtu, ia juga menyampaikan kepada NBC News bahwa Iran berkeinginan untuk bernegosiasi, tetapi ia belum bersedia melakukannya karena syarat-syarat yang diajukan masih belum memadai.
Meskipun demikian, Araghchi menegaskan bahwa Iran siap untuk mempertahankan diri dalam kondisi apapun yang diperlukan.
“Itulah yang telah kami lakukan, dan kami akan terus melakukannya sampai Presiden Trump menyadari bahwa ini adalah perang ilegal yang tidak akan menghasilkan kemenangan. Banyak nyawa yang hilang hanya karena keinginan Presiden Trump untuk bersenang-senang. Ini adalah perang yang dipilih oleh Presiden Trump dan Amerika Serikat, dan kami akan terus membela diri,” tegasnya, sebagaimana dikutip dari sebuah media berita.
Menteri Luar Negeri Iran tersebut juga menolak anggapan bahwa konflik ini adalah perang untuk mempertahankan keberlangsungan pemerintahan Iran. Ia menyatakan bahwa negara tersebut cukup stabil dan kuat.
Araghchi kembali menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak melihat urgensi untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat, sambil mengingatkan bahwa pembicaraan sebetulnya telah berlangsung sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan awal terhadap Iran pada akhir bulan lalu.
“Kami sedang dalam proses berdialog ketika mereka mengambil keputusan untuk menyerang kami, dan ini bukan yang pertama kali. Pengalaman bernegosiasi dengan Amerika tidak pernah memberikan hasil yang baik. Kami sedang dalam proses pembicaraan, lalu mengapa mereka memilih untuk menyerang? Jadi, apa gunanya jika kami mencoba berbicara kembali?” ungkap Menteri Luar Negeri Iran dengan nada skeptis.
Dengan pernyataan tersebut, Araghchi menegaskan sikap Iran yang tegas dan tidak tergoyahkan. Kebijakan luar negeri Iran tampaknya didorong oleh keyakinan akan kekuatan dan stabilitas negara meskipun berada di tengah tekanan internasional.
➡️ Baca Juga: Rekomendasi Smartwatch Olahraga Terbaik untuk Gaya Hidup Aktif
➡️ Baca Juga: Siapkan Uang Tunai Rp65,7 Triliun untuk Ramadhan 2026, Simak Cara Penukaran Uang Kecil di BCA




