Ribuan Umat Hindu Memadati Candi Prambanan untuk Merayakan Hari Suci

Ribuan umat Hindu dari seluruh Indonesia berkumpul di kawasan Candi Prambanan untuk mengikuti Upacara Tawur Agung Kesanga Nasional, yang merupakan bagian dari perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Acara ini berlangsung di Wisnu Mandala, Sleman, Jawa Tengah, dan dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat.
Perayaan ini merupakan salah satu elemen penting dalam rangkaian Hari Suci Nyepi, yang memiliki tujuan untuk menyucikan alam semesta serta memperkuat hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Ritual ini menjadi simbol dari upaya menjaga keseimbangan kehidupan.
Gistang Panutur, Direktur Komersial InJourney Destination Management yang bertanggung jawab atas pengelolaan Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, menjelaskan bahwa Tawur Agung Kesanga tahun 2026 diselenggarakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Jawa Tengah. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan makna yang mendalam bagi para peserta.
Diperkirakan sekitar 30.000 hingga 35.000 orang dari berbagai daerah, termasuk Jawa, Lampung, dan Bali, akan hadir untuk meramaikan perayaan ini. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya momen ini bagi umat Hindu di seluruh Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada 30 hingga 35 ribu umat Hindu yang akan memenuhi lapangan Wisnu Mandala di Candi Prambanan. Tim operasional kami telah disiapkan untuk memastikan prosesi berlangsung dengan tertib, tanpa mengurangi nilai sakral dari ibadah ini,” ungkap Gistang pada Rabu, 18 Maret 2026.
Tawur Agung Kesanga juga akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan budaya, termasuk parade ogoh-ogoh dan gunungan yang akan diadakan di dalam area Taman Wisata Candi Prambanan. Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi yang menyatukan umat dalam semangat kebersamaan.
Tema perayaan Hari Suci Nyepi tahun ini adalah “Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga.” Tema ini menekankan pentingnya persaudaraan universal, toleransi, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan Bumi kita. Pesan ini sangat relevan di tengah tantangan global yang dihadapi saat ini.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang menjalankan Catur Brata Penyepian pada Hari Suci Nyepi, InJourney Destination Management akan menutup sementara operasional destinasi Taman Wisata Candi Prambanan pada hari tersebut. Penutupan ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026.
Operasional di Taman Wisata Candi Prambanan akan ditutup mulai pukul 06.00 WIB pada 19 Maret 2026 dan akan dibuka kembali pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB. Penutupan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi umat Hindu dalam menjalankan ibadah dan refleksi selama Nyepi.
Selama penutupan, akan ada pemadaman listrik di sekitar area Candi Prambanan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh zona I dan II Candi Prambanan steril dari aktivitas pariwisata, sehingga umat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap Candi Prambanan dapat terus menjadi ruang kontemplasi bagi beragam lapisan masyarakat, mengedepankan semangat kekeluargaan dan kebersamaan menjelang Nyepi. Ini juga merupakan simbol tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian situs, pengembangan seni budaya, dan harmoni sosial di sekitar Candi Prambanan,” tutup Gistang.
➡️ Baca Juga: Kemenag Sukses Bayarkan TPG Guru Madrasah Sebelum Idul Fitri 1447 H
➡️ Baca Juga: Perbedaan PS5 US vs Jepang: Gak Cuma Tombol X dan O Doang Loh!




