Mojtaba Khamenei Menegaskan Penutupan Selat Hormuz Akan Berlanjut Secara Konsisten

Iran menegaskan komitmennya untuk menutup Selat Hormuz, seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini disampaikan oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dalam pernyataan resminya yang pertama setelah mengambil alih posisi dari ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan berskala besar oleh pasukan zionis.
Dalam pidato yang disiarkan pada Kamis, 12 Maret 2026, Khamenei menegaskan bahwa Iran akan terus berjuang dan mempertahankan penutupan Selat Hormuz. Pernyataan tersebut dibacakan oleh seorang presenter di stasiun televisi pemerintah, menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi negara tersebut.
Selama pidatonya, Khamenei mengarahkan tantangan kepada negara-negara tetangga Iran, menyerukan agar mereka menutup semua pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah mereka. Ia menegaskan bahwa Iran akan melanjutkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan tersebut.
“Saya menjamin kepada rakyat Iran bahwa kami tidak akan melupakan balas dendam atas darah para martir,” ucapnya, menegaskan komitmen Iran terhadap tindakan balasan.
“Kehendak rakyat adalah untuk melanjutkan pertahanan yang efektif dan membuat musuh menyesal! Upaya untuk menghambat akses ke Selat Hormuz harus terus dilakukan,” ujarnya, mengingatkan bahwa jalur pelayaran ini merupakan rute strategis di mana sekitar 20% pasokan minyak global melintas.
Khamenei juga menyampaikan bahwa meskipun sudah ada “sejumlah kecil” tindakan balasan dari Iran terhadap serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel, hal tersebut belum sepenuhnya tercapai. Ia menegaskan bahwa isu ini akan tetap menjadi prioritas bagi pemerintahannya.
“Kami akan menuntut ganti rugi dari musuh, dan jika mereka menolak, kami akan mengambil harta benda mereka sesuai dengan ketentuan kami. Jika itu tidak mungkin, kami akan menghancurkan jumlah aset mereka yang setara,” tambahnya dengan nada tegas.
Televisi pemerintah tidak mengungkapkan alasan mengapa pernyataan Khamenei disampaikan oleh seorang presenter dan bukan secara langsung melalui video. Sejak serangan yang menewaskan ayahnya, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, belum ada rekaman visual dirinya yang dirilis.
Dari laporan yang ada, pejabat Iran menyatakan bahwa Mojtaba Khamenei mengalami luka ringan akibat serangan tersebut. Dalam pidatonya, dia juga menyebutkan bahwa istri, saudara perempuan, dan anggota keluarganya yang lain turut menjadi korban.
Setelah pernyataannya, Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa sesuai perintah Khamenei, mereka akan melanjutkan penutupan Selat Hormuz. Dalam perkembangan terbaru, dua kapal tanker terbakar di pelabuhan Irak setelah dilaporkan dihantam oleh kapal-kapal yang diduga membawa bahan peledak dari Iran. Hal ini menunjukkan peningkatan serangan yang berpotensi memengaruhi pasokan minyak dari wilayah Timur Tengah.
Situasi di Selat Hormuz menjadi semakin kompleks dan strategis, terutama mengingat peran pentingnya dalam perdagangan global. Sebagai jalur penghubung yang vital, penutupan atau gangguan di selat ini dapat berdampak besar pada harga minyak dan perekonomian global.
Dengan ketegangan yang terus meningkat, Iran berusaha menunjukkan kekuatan dan ketegasan dalam menjaga kepentingan nasionalnya. Mojtaba Khamenei, yang kini memimpin, tampaknya ingin mengukuhkan posisi Iran di kancah internasional, meskipun menghadapi tantangan yang tidak sedikit.
Secara keseluruhan, pernyataan Khamenei mencerminkan sikap tegas Iran terhadap tekanan yang diterimanya dari luar negeri. Meskipun menghadapi banyak tantangan, termasuk serangan dari musuh, Iran tetap berkomitmen untuk melindungi wilayah dan sumber daya strategisnya.
Dalam konteks ini, penutupan Selat Hormuz tidak hanya menjadi isu regional, tetapi juga menarik perhatian dunia, mengingat dampaknya yang luas terhadap stabilitas energi global. Melihat ke depan, tindakan Iran ini akan terus mempengaruhi dinamika politik dan ekonomi di kawasan, serta merangsang reaksi dari negara-negara lain yang berkepentingan.
➡️ Baca Juga: Iran Melancarkan Serangan ke Kilang Minyak dan Tangki Bahan Bakar Israel di Haifa
➡️ Baca Juga: 2 ahli Kebakaran Tumpukan Sampah di Jakarta: Dampak dan Penanganan




