Kapolri Paparkan Strategi Prabowo Atasi Konflik Global dengan Efektif

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan langkah-langkah nyata yang diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam menanggapi meningkatnya ketegangan di kancah internasional.
Di tengah situasi global yang semakin tegang, Presiden Prabowo Subianto terus berupaya aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan berbagai negara. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sigit dalam acara Silaturahmi Ramadan yang berlangsung di Polda Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Sigit menyoroti kondisi global yang dinilainya sedang tidak stabil, terutama setelah terjadinya peningkatan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel. Ia berharap agar konflik yang terjadi tidak berlarut-larut dan segera menemukan solusi yang tepat.
Menurutnya, Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif sebagai bagian dari strategi negara nonblok untuk mendukung terciptanya perdamaian di dunia.
“Kita tentu berharap agar konflik yang ada bisa segera diselesaikan, dan Pemerintah terus berupaya aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada sehingga perdamaian dapat terwujud,” ungkap Sigit, dalam keterangan yang dirilis pada 5 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak tinggal diam dalam menghadapi situasi global yang semakin memanas.
“Presiden setiap hari melakukan diskusi dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah untuk mencari cara agar ketegangan yang terjadi bisa segera teratasi,” tambahnya.
Selain berkomunikasi dengan negara-negara lain, Presiden juga terus melakukan konsolidasi di dalam negeri. Berbagai masukan dari berbagai pihak dihimpun untuk merumuskan strategi mitigasi dalam menghadapi dampak dari konflik global.
Pada kesempatan tersebut, Sigit juga mengingatkan tentang potensi dampak ekonomi dan sosial yang mungkin timbul jika ketegangan global tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program Pemerintah, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.
“Di satu sisi, kita menghadapi eskalasi yang ada, dan jika ini tidak dikelola dengan baik, dampaknya terhadap perekonomian pasti akan terasa. Jika tidak dijaga, situasi ini bisa berujung pada masalah sosial,” jelas Sigit.
➡️ Baca Juga: Informasi Lengkap Beasiswa Seni untuk Mahasiswa Berbakat
➡️ Baca Juga: Antusias PKP Siap Sosialisasikan 300 Rumah Subsidi




