Polemik Mobil Dinas Baru Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Berakhir dengan Nilai Rp 8,49 Miliar

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, telah mengambil keputusan penting dengan mengembalikan mobil dinas baru yang diperoleh melalui pengadaan APBD Perubahan 2025. Mobil ini bernilai Rp8,49 miliar dan sebelumnya telah menimbulkan banyak perbincangan di media sosial.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menyatakan bahwa langkah ini mencerminkan kepekaan Gubernur terhadap kondisi sosial yang berkembang di Benua Etam.
Faisal menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melakukan konsultasi yang mendalam dengan berbagai lembaga pengawas negara, memastikan langkah ini selaras dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Bapak Gubernur telah memperhatikan masukan dari berbagai pihak, termasuk Kemendagri, KPK, dan BPK. Selain itu, beliau juga mendengarkan langsung kekhawatiran dari tokoh masyarakat dan tokoh agama. Sebagai pemimpin yang berpegang pada amanah, beliau memilih untuk mengedepankan harmoni dan kepercayaan publik di atas fasilitas jabatan yang ada,” ungkap Faisal.
Mobil dinas yang dimaksud adalah jenis Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e dengan harga Rp8,49 miliar, yang baru saja diserahterimakan pada 20 November 2025.
Namun, Faisal menegaskan bahwa kendaraan tersebut belum pernah digunakan di jalanan Kalimantan Timur.
“Unitnya masih berada di Kantor Badan Penghubung Kaltim di Jakarta. Mengingat kendaraan ini belum digunakan untuk operasional, Bapak Gubernur telah memerintahkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk segera memproses pengembaliannya,” tambahnya.
Proses administrasi untuk pembatalan sudah dimulai sejak hari Jumat lalu. Pihak penyedia, CV Afisera Samarinda, dilaporkan sangat kooperatif dan memahami situasi yang ada.
Sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku, dana sebesar Rp8.499.936.000 wajib dikembalikan oleh penyedia ke kas daerah dalam waktu maksimal 14 hari setelah unit diterima kembali.
Langkah berani ini diharapkan dapat mengakhiri polemik yang sempat menghangat di masyarakat. Sebagai konsekuensinya, Rudy Mas’ud akan kembali menggunakan kendaraan pribadinya untuk mendukung aktivitas kedinasan sebagai pemimpin Kaltim.
“Keputusan ini merupakan bukti komitmen Pemprov Kaltim terhadap prinsip good governance. Bapak Gubernur berterima kasih atas kritik yang konstruktif dari masyarakat. Bagi beliau, menjaga integritas dan kebersamaan jauh lebih berharga dibandingkan fasilitas mewah,” jelas Faisal.
➡️ Baca Juga: Kisah Sukses Berkat Keluarga: Inspirasi Hidup Anda
➡️ Baca Juga: Derita Kurir dan Harapannya pada Peraturan Menteri Komdigi


