Hamas Menyampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Ali Khamenei, Kecam Serangan Brutal Israel dan AS

Kelompok Hamas dari Palestina menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, sebagai akibat dari serangan brutal yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis, Hamas menegaskan, “Ali Khamenei memberikan dukungan yang signifikan, baik secara politik, diplomatik, maupun militer, untuk perjuangan kami dan perlawanan rakyat Palestina.” Pernyataan ini disampaikan dalam konteks tragedi yang menimpa pemimpin Iran tersebut.
Hamas mengecam tindakan agresif yang dilakukan oleh pemerintah AS dan Israel, menegaskan bahwa mereka harus bertanggung jawab penuh atas serangan yang jelas-jelas melanggar kedaulatan Republik Islam Iran. Mereka juga menyoroti dampak serius dari agresi ini terhadap keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Lebih lanjut, Hamas menyerukan kepada negara-negara Arab dan Muslim untuk memiliki tanggung jawab moral dan hukum. Mereka diharapkan mengambil langkah tegas dan segera untuk mengatasi situasi yang semakin memburuk ini.
Sebelumnya, kabar duka mengenai meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei telah dikonfirmasi oleh media resmi Iran, yang menyatakan bahwa ia dan sebagian besar anggota keluarganya tewas akibat serangan yang diluncurkan oleh AS dan Israel.
Laporan tersebut mencatat bahwa keluarga dekat Khamenei, termasuk putri, menantu laki-laki, dan cucu, juga tidak selamat dalam serangan tersebut.
Sebagai respons terhadap kejadian tragis ini, pemerintah Iran telah mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai penghormatan kepada pemimpin mereka dan keluarganya.
Di tengah situasi yang tegang tersebut, Iran juga meluncurkan serangkaian serangan rudal baru yang ditujukan ke Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, sebagaimana diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Minggu, 1 Maret 2026.
IRGC menginformasikan bahwa mereka telah memulai gelombang keenam serangan rudal dan drone, yang ditargetkan pada berbagai lokasi penting di Israel dan pangkalan militer AS di sekitarnya.
Dalam pernyataan mereka, IRGC menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan membiarkan sirene alarm di Israel dan pangkalan AS menjadi hening. Mereka bersumpah untuk melanjutkan tindakan balas dendam yang terencana melalui serangan yang bertahap dan terukur.
➡️ Baca Juga: Cek Kebocoran Data Email: 5 Langkah Aman Cek Akun Lo di Have I Been Pwned
➡️ Baca Juga: American Samoa vs China Comparison: A Study in Contrasts

