Iran Tanggapi Ejekan Trump Terkait Selat Hormuz: Kamu Dipecat!

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) baru-baru ini memberikan sindiran tajam kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan mengulangi kalimat khasnya yang mengisyaratkan pemecatan. Sindiran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai reaksi terhadap ultimatum yang dilayangkan Trump, yang meminta Iran untuk membuka kembali jalur penting bagi pengiriman minyak dunia tersebut.
“Hei Trump, kamu dipecat. Saya yakin kamu familiar dengan ungkapan ini. Terima kasih atas perhatianmu,” ungkap seorang juru bicara IRGC dari Markas Pusat Khatam al-Anbiya dalam bahasa Inggris, dikutip dari sumber yang dapat dipercaya, pada Selasa, 24 Maret 2026.
Pada akhir pekan lalu, Trump melalui akun media sosial Truth miliknya mengeluarkan ultimatum yang cukup mengejutkan. Dalam pernyataannya, ia mengancam akan menyerang pembangkit listrik di Iran jika negara itu tidak membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.
“Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz dalam waktu 48 JAM sejak sekarang, maka Amerika Serikat akan melakukan serangan dan menghancurkan berbagai PEMBANGKIT LISTRIK mereka, DIMULAI DARI YANG TERBESAR! Terima kasih atas perhatian Anda,” tulis Trump dengan nada yang tegas.
Menanggapi ancaman tersebut, pejabat militer Iran memberikan peringatan bahwa posisi kekuatan Iran dalam konflik ini dapat berubah dengan cepat. Media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran juga melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menembak jatuh sebuah drone pengintai yang diyakini berasal dari Israel atau Amerika di atas Teheran sebelum misi tersebut dapat diselesaikan.
IRGC menegaskan bahwa setiap serangan dari AS terhadap infrastruktur minyak atau listrik Iran akan dibalas dengan serangan ke fasilitas energi, teknologi informasi, dan desalinisasi milik Amerika dan Israel di wilayah tersebut.
“Jangan ragu, kami pasti akan melakukannya,” tambah mereka dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah.
Iran juga memberikan ancaman lebih lanjut dengan menyatakan bahwa mereka akan menutup total Selat Hormuz jika serangan tersebut benar-benar terjadi.
Penutupan Selat Hormuz dapat memiliki dampak yang signifikan pada ekonomi global, termasuk bagi Amerika Serikat. Jalur ini merupakan rute yang dilewati sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, yang setara dengan 17 hingga 20 juta barel per hari. Ketegangan yang semakin meningkat di kawasan ini telah menyebabkan harga minyak Brent melambung, mencapai kisaran 110 hingga 115 dolar AS per barel, dengan lonjakan hampir 50 hingga 55 persen.
➡️ Baca Juga: Latihan Kekuatan untuk Usia 40+: Jaga Massa Otot dan Kesehatan Tulang
➡️ Baca Juga: Manfaat Peregangan Statis Pasca Olahraga untuk Memelihara Kelenturan Otot dan Sendi




