Bali United Hadapi PSBS Biak: Serdadu Tridatu Berupaya Kuasai Pertandingan di Stadion Dipta

Bali United sedang bersiap untuk melakoni pertandingan krusial melawan PSBS Biak dalam ajang Super League 2025/2026. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada hari Senin (6/4) mendatang, akan terasa berbeda karena dilangsungkan tanpa kehadiran penonton.
Pelatih Kepala Bali United, Johnny Jansen, menegaskan bahwa timnya bertekad untuk menguasai pertandingan sejak awal peluit dibunyikan.
“Kami ingin tampil lebih baik dan mengendalikan jalannya pertandingan,” jelas Jansen dalam konferensi pers sehari sebelum pertandingan, di Stadion Dipta, pada hari Minggu (5/4).
Setelah jeda kompetisi yang cukup panjang, Bali United merasakan energi baru dalam tim.
Pelatih asal Belanda tersebut menyatakan bahwa libur kompetisi selama empat pekan—yang bertepatan dengan perayaan Nyepi dan Idul Fitri—memberikan dampak positif bagi para pemainnya. Di masa istirahat tersebut, skuad yang dikenal dengan sebutan Serdadu Tridatu ini melakukan pemusatan latihan intensif di Pantai Purnama, Sukawati, untuk meningkatkan kebugaran fisik, taktik, dan teknik permainan.
“Kami sudah siap untuk laga ini. Liburan beberapa pekan telah membantu meningkatkan kebugaran pemain,” tambah Jansen, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih di PEC Zwolle.
Kabar baik juga datang dari tim Bali United terkait kembalinya beberapa pemain yang sebelumnya cedera.
Beberapa pemain kunci seperti Jordy Bruijn, Mirza Mustafic, dan Brandon Wilson kini telah kembali berlatih bersama tim. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat kedalaman skuad dalam menghadapi tantangan dari PSBS Biak.
Dalam konteks klasemen, Bali United saat ini terperosok di posisi ke-10 dengan mengumpulkan 33 poin.
Kemenangan dalam laga ini menjadi sangat penting jika mereka ingin memperbaiki posisi di papan klasemen. Di sisi lain, PSBS Biak datang dengan status penghuni dasar klasemen, hanya memperoleh 18 poin dari 25 pertandingan yang telah dilalui.
Meskipun di atas kertas terlihat lebih unggul, Bali United harus berjuang tanpa dukungan suporter di tribun. Situasi ini merupakan konsekuensi dari sanksi yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI akibat pelanggaran yang terjadi dalam laga melawan Persija Jakarta bulan Februari lalu. Selain denda sebesar Rp320 juta, Bali United juga harus menjalani dua pertandingan kandang tanpa kehadiran penonton, di mana laga melawan PSBS Biak menjadi salah satu di antaranya.
➡️ Baca Juga: Jadwal Salat Ramadhan Kamis, 19 Maret 2026 di Jakarta dan Sekitarnya yang Akurat dan Lengkap
➡️ Baca Juga: Polemik Mobil Dinas Baru Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Berakhir dengan Nilai Rp 8,49 Miliar




