Latihan Lari Pemula: Persiapkan Diri untuk Event Pertama Tanpa Risiko Cedera

Dalam beberapa tahun terakhir, lari telah menjadi salah satu olahraga yang semakin diminati oleh berbagai lapisan masyarakat. Fenomena ini telah mendorong terbentuknya banyak komunitas lari yang aktif dan terus berkembang. Selain itu, juga terjadi peningkatan jumlah event lari, mulai dari yang bersifat santai hingga maraton berskala internasional yang menarik banyak peserta.
Bagi para pemula yang ingin memasuki dunia lari serta berpartisipasi dalam event-event lari, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan agar pengalaman berlari dapat berlangsung dengan nyaman dan menyenangkan. Mari kita simak beberapa saran dari Odekta Elvina Naibaho, seorang atlet lari nasional, saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Odekta menjelaskan bahwa bagi mereka yang ingin pertama kali mengikuti event lari, sangat penting untuk mempersiapkan diri dengan melakukan latihan lari yang teratur. Dia menekankan bahwa latihan harus dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kemampuan individu masing-masing.
“Bagi teman-teman pemula, saya sarankan untuk mulai saja dulu. Nikmati setiap prosesnya, jaga disiplin, dan tetap konsisten. Jangan terlalu memaksakan diri dan ikuti irama serta kecepatan yang nyaman bagi diri sendiri. Jika mengikuti kecepatan orang lain, itu tidak dianjurkan. Lari itu sederhana; nikmati prosesnya, patuhi ritme masing-masing. Jadi, bagi pelari pemula, mulailah dengan berlari di depan rumah selama 20 menit, lalu tingkatkan menjadi 25 menit keesokan harinya,” ungkapnya pada Senin, 30 Maret 2026.
Mengenai waktu yang ideal untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti lomba lari, Odekta menyarankan agar latihan dimulai tiga bulan sebelum event bagi kategori lari biasa, dan enam bulan untuk mereka yang berencana mengikuti maraton.
“Tiga bulan untuk lari biasa dan enam bulan untuk maraton. Sebagai pelari, kita harus mulai mempersiapkan diri dari sekarang. Setiap kali ada event yang ingin diikuti, persiapan itu harus dilakukan,” tambahnya.
Odekta juga mengingatkan bahwa bagi mereka yang akan mengikuti event lari, penting untuk memperhatikan periodisasi latihan. Dia menekankan bahwa menjelang hari perlombaan, terutama dalam tujuh hari terakhir (H-7), pelari tidak disarankan melakukan latihan yang terlalu berat.
“Bagi pemula yang baru tujuh hari mengenal lari dan tiba-tiba ingin ikut race atau event bersama teman, itu bisa saja dilakukan. Namun, penting untuk mengetahui kemampuan diri dan tidak memaksakan diri menjelang hari perlombaan. Misalnya, jika kita berlatih keras dari Senin, sebaiknya jangan melakukan overtraining. Di kalangan atlet, ada yang namanya periodisasi, di mana H-3 sebelum event, volume latihan harus dikurangi. Artinya, pelari harus mengatur kondisi fisiknya,” jelasnya.
➡️ Baca Juga: Cara Konsisten Jalan Kaki 10.000 Langkah Setiap Hari: Panduan Lengkap
➡️ Baca Juga: KPK Mengizinkan Tersangka Lain Ajukan Tahanan Rumah Seperti Yaqut




