Transformasi Digital yang Pesat Meningkatkan Prioritas Keamanan Data di Era Modern

Transformasi digital yang berlangsung dengan cepat saat ini telah menjadikan keamanan data sebagai salah satu isu utama yang perlu diperhatikan oleh berbagai organisasi. Perusahaan tidak hanya dituntut untuk mengadopsi teknologi terbaru, tetapi juga harus memastikan bahwa data yang mereka kelola terlindungi dengan baik.
Tema ini menjadi fokus dalam acara Meet Eat Inspire yang diadakan oleh Hypernet Technologies bekerja sama dengan Defend IT360 dan IDXSTI di Ballroom Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari industri teknologi, sektor keuangan, serta perwakilan pemerintah untuk membahas upaya penguatan keamanan data di tengah lajunya digitalisasi.
Acara ini mengangkat tema “Mengelola Kepatuhan & Melindungi Bisnis: Strategi Perkuatan dan Manajemen Risiko UU PDP.” Topik ini semakin relevan seiring dengan bertambahnya jumlah perusahaan yang mengelola data pelanggan dalam skala besar, yang membawa tantangan tersendiri dalam hal perlindungan data.
Presiden Direktur IDXSTI, Syafruddin, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi untuk menghadapi tantangan yang berkaitan dengan keamanan data. Ia menyatakan bahwa transformasi digital harus diimbangi dengan sistem perlindungan data yang kuat agar dapat berfungsi dengan optimal.
Diskusi dalam acara ini juga menyoroti kebutuhan organisasi untuk menyesuaikan strategi keamanan informasi mereka. Salah satu faktor pendorong perubahan ini adalah regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), yang menjadi acuan penting dalam pengelolaan data secara bertanggung jawab.
Sudino Oei, CTO Hypernet Technologies dan CEO Defend IT360, menekankan bahwa keamanan data kini bukan hanya masalah teknologi semata. Menurutnya, isu ini terkait erat dengan tingkat kepercayaan publik terhadap layanan digital yang ditawarkan oleh suatu perusahaan.
“Keamanan data dan kepatuhan terhadap regulasi seperti UU PDP bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan juga merupakan fondasi yang krusial untuk membangun kepercayaan dalam ekosistem digital,” ujarnya dalam pernyataan yang disampaikan pada Jumat, 13 Maret 2026. Ia berpendapat bahwa perusahaan seharusnya memandang keamanan data sebagai investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat di kemudian hari.
Dalam forum tersebut, sejumlah ahli teknologi juga mengemukakan berbagai pendekatan untuk memperkuat perlindungan data di lingkungan organisasi. Salah satu pendekatan yang diusulkan adalah penerapan sistem keamanan berlapis, serta pengelolaan risiko yang lebih terstruktur dan sistematis.
Rungga Reksya, VP of Technology Defend IT360, mencatat bahwa saat ini organisasi harus lebih proaktif dalam mengidentifikasi potensi ancaman siber. “Ancaman siber terus berevolusi, sehingga perusahaan perlu mengadopsi pendekatan keamanan yang adaptif dan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan tersebut,” ungkapnya.
David Ciptadi, Head of IT IDXSTI, juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur digital dalam mendukung keamanan data. Ia menyatakan bahwa perusahaan harus memastikan sistem teknologi yang mereka gunakan dapat mengelola data dengan aman dan efisien, sehingga dapat melindungi informasi yang sensitif dari potensi kebocoran atau serangan siber.
➡️ Baca Juga: Iran Menolak Berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 yang Akan Datang
➡️ Baca Juga: Mahasiswa Tuntut Transparansi Dana Kampus




