Tavares Beraksi, Persebaya Tak Berdaya di Tangan Persija dengan Skor 0-3

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan rasa kekecewaannya setelah timnya menelan kekalahan mencolok 0-3 dari Persija Jakarta dalam pertandingan pekan ke-27 Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu malam, 11 April 2026.
Gol pertama Persija hadir dari titik penalti yang dieksekusi oleh Allano Lima pada menit ke-16. Keunggulan tersebut kemudian diperbesar oleh Eksel Runtukahu yang mencetak dua gol tambahan di babak kedua pada menit ke-54 dan 76, memastikan kemenangan telak bagi tim tuan rumah.
Tavares menyoroti khususnya pelanggaran yang berujung pada penalti sebagai kesalahan krusial yang seharusnya dapat dihindari. Ia mengaku telah mengingatkan para pemainnya dalam sesi latihan untuk tidak melakukan pelanggaran yang ceroboh di area berbahaya.
“Momen yang menentukan dalam pertandingan ini adalah penalti yang sangat tidak perlu dari pihak kami. Penalti yang sulit dipahami,” ungkap Tavares dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Ia menambahkan bahwa insiden tersebut sangat mengecewakan, mengingat telah dibahas sebelumnya dalam latihan.
Menurut pelatih asal Portugal ini, gol cepat yang diperoleh dari penalti membuat tim Persija semakin percaya diri dalam mengendalikan permainan. Dukungan dari suporter setia di stadion juga menambah tekanan yang harus dihadapi oleh timnya sepanjang laga.
Tavares menilai bahwa tim asuhan Mauricio Souza mampu memanfaatkan ruang dengan efisien melalui skema transisi yang cepat. Di sisi lain, Persebaya dianggap terlalu banyak memberikan celah yang berpotensi menjadi ancaman serius di lini pertahanan mereka.
“Persija bertanding di kandang sendiri, di stadion yang dipenuhi oleh suporter. Hal ini tentu memberikan kemudahan bagi mereka. Kami memberikan ruang, dan Persija dengan cerdik memanfaatkannya untuk menciptakan transisi serta peluang berbahaya,” tutur Tavares.
Selain isu pertahanan, masalah penyelesaian akhir juga menjadi sorotan penting bagi Tavares. Ia menyatakan bahwa timnya sebenarnya berhasil menciptakan beberapa peluang, namun gagal dalam mengkonversinya menjadi gol karena kurangnya akurasi dalam tembakan.
“Kami mendekati beberapa situasi di depan gawang lawan, tetapi tidak mampu menembak dengan tepat. Ini adalah area yang perlu kami tingkatkan. Para pemain berusaha memberikan yang terbaik, namun hasilnya tidak sesuai dengan harapan saya,” tandasnya.
➡️ Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik 3 Persen, Waktu Tepat untuk Investasi Emas Kini Tiba
➡️ Baca Juga: Terobosan Baru di Dunia Mode: Apa yang Perlu Kamu Tahu?




