Trump Perpanjang Batas Waktu Iran untuk Akses Selat Hormuz Hingga 6 April

Donald Trump telah memperpanjang batas waktu bagi Iran untuk membuka kembali akses ke Selat Hormuz selama 10 hari, hingga 6 April, setelah mengindikasikan bahwa proses negosiasi yang berlangsung menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Pernyataan ini dirilis pada hari Kamis melalui akun media sosialnya. Trump menyatakan bahwa berdasarkan permintaan dari pemerintah Iran, ia memutuskan untuk menunda rencana serangan terhadap fasilitas energi selama 10 hari, yang baru akan dieksekusi pada hari Senin, 6 April 2026, pukul 20.00 waktu setempat.
Ia juga menegaskan bahwa diskusi antara kedua belah pihak masih terus berlanjut, meskipun ada laporan media yang menunjukkan sebaliknya. Menurutnya, proses negosiasi berjalan dengan baik, sebagaimana dilaporkan oleh The Guardian pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Trump mengungkapkan bahwa ia memberikan tenggat waktu 10 hari, sementara Iran sebenarnya meminta waktu tujuh hari. Ia menambahkan bahwa dalam beberapa aspek, pihaknya telah meraih kemenangan dalam konflik yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, Trump mendesak pemimpin Iran untuk segera bernegosiasi demi mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir sebulan. Jika mereka tidak segera melakukannya, Trump memperingatkan bahwa akan ada lebih banyak serangan yang menargetkan pejabat tinggi Iran, di tengah meningkatnya tindakan militer dari Amerika Serikat dan Israel.
Ancaman ini muncul setelah Israel mengklaim bahwa mereka telah membunuh komandan angkatan laut Garda Revolusi Iran, Alireza Tangsiri, bersama sejumlah perwira senior lainnya dalam serangan yang diluncurkan di pelabuhan Bandar Abbas.
Serangan besar lainnya juga dilaporkan terjadi di sekitar Isfahan, lokasi pangkalan udara utama Iran, yang juga menyimpan beberapa fasilitas militer penting, termasuk salah satu situs nuklir yang pernah dibom oleh AS dalam perang selama 12 hari pada bulan Juni.
Di sisi lain, Iran dengan tegas membantah tuduhan bahwa mereka telah meminta kesepakatan, sebagaimana diklaim oleh Trump. Pada hari Kamis, Iran justru melanjutkan serangan balasan di berbagai wilayah Timur Tengah.
Sebagai contoh, terjadi ledakan besar di kota Modi’in yang terletak di pusat Israel, serta di Yerusalem, ketika sistem pertahanan udara Israel berupaya mencegat sejumlah rudal yang diluncurkan. Di wilayah Teluk, serangan yang dilancarkan oleh Iran juga berhasil dipatahkan.
Dalam serangkaian pernyataan yang disampaikan di Washington dan melalui media sosial, Trump kembali mengkritik sekutu-sekutu NATO, menyebut Iran sebagai negosiator yang handal namun tidak efektif dalam pertempuran, serta mengulangi klaim bahwa perang yang dimulainya bulan lalu telah dimenangkan oleh AS.
➡️ Baca Juga: Atlet Perempuan Afghanistan di Jerman Terancam Dideportasi
➡️ Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Kejutan: John Herdman Persiapkan Dua Pemain Eropa untuk Timnas Indonesia




