Fenomena Lubang Api Kalteng: BNPB Jelaskan Tantangan Pemadaman Karhutla di Gambut

Video yang merekam api menyala dari dalam tanah di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), baru-baru ini menjadi viral di media sosial, menarik perhatian banyak orang.
Fenomena yang terjadi ini menunjukkan betapa menantangnya upaya petugas dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat api merambat ke bawah permukaan tanah.
Rekaman tersebut diunggah oleh akun Instagram @asrulputrananda, seorang relawan yang turut menyaksikan perjuangan tim pemadam kebakaran pada malam tanggal 12 Oktober 2026.
Dalam video tersebut, tampak nyala api yang muncul dari celah di tanah. Sejumlah petugas terlihat berusaha keras dengan menyemprotkan air ke beberapa titik yang masih mengeluarkan bara api.
“Ini yang dikenal dengan kebakaran bawah tanah, bara api bawah tanah, atau lubang api. Saya berada di Palangkaraya Kalteng, menyaksikan usaha relawan dari Rumah Zakat Kalbar dalam memadamkan api,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan yang diposting pada 17 Oktober 2026.
Relawan tersebut juga memberikan apresiasi kepada petugas gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla di daerah tersebut. Fenomena lubang api ini lebih dari sekadar kebakaran yang terjadi di permukaan tanah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa kondisi ini dapat terjadi ketika api membakar lapisan gambut hingga ke bawah permukaan tanah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa fenomena ini dikenal sebagai ground fire atau kebakaran bawah permukaan.
“Fenomena lubang api bawah tanah pada kebakaran lahan gambut di Kalimantan merupakan bentuk ground fire atau api bawah permukaan. Lahan gambut tersusun dari tumpukan material organik yang kaya akan gas metana,” jelas Berton.
Dia melanjutkan bahwa kebakaran bawah tanah memiliki karakteristik unik yang menyulitkan penanganannya. Meskipun permukaan tanah terlihat sudah padam, bara api masih bisa merambat di dalam lapisan organik tanah.
Saat material organik tersebut terus terbakar hingga habis, akan terbentuk rongga atau lubang yang dapat mengeluarkan asap serta bara api.
“Sifatnya yang tersembunyi dan minim radiasi panas tinggi di permukaan membuat api bawah tanah ini sulit terdeteksi menggunakan citra satelit pemantau hotspot yang umum,” tuturnya.
➡️ Baca Juga: Bandar Narkoba Boy Mengaku Bayar Rp1,6 Miliar untuk Mendapatkan Perlindungan Polisi
➡️ Baca Juga: Rencanakan Diet Harian Seimbang untuk Meningkatkan Produktivitas Aktivitas Anda




