www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

depo 10k depo 10k
berita

Jokowi Serukan Perluasan PBB 2.0 dalam Dialog Perdamaian di Penang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa tantangan global yang dihadapi saat ini semakin rumit, dengan konflik yang saling berkaitan dan melintasi batas negara. Oleh karena itu, beliau menekankan pentingnya untuk menciptakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2.0 yang lebih modern dan relevan.

“Kita membutuhkan sebuah lembaga global yang lebih solid, mediasi internasional yang lebih efektif, serta diplomasi yang lebih kuat untuk memastikan perdamaian yang berkelanjutan. Saat ini, kita perlu melampaui konsep PBB yang lama dan beralih ke PBB 2.0 yang lebih sesuai dengan kebutuhan zaman,” ungkap Jokowi.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam pidatonya di Dialog Perdamaian Penang yang berlangsung di Penang, Malaysia, pada hari Minggu.

Beliau menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi dunia saat ini sangat kompleks. Konflik yang ada tidak hanya bersifat lokal, namun dampaknya dapat meluas hingga ke negara lain.

Oleh karena itu, Jokowi berpendapat bahwa PBB perlu melakukan transformasi dan mendefinisikan kembali sistem, proses, serta strategi untuk meningkatkan kinerjanya. Hal ini penting agar PBB dapat berkontribusi lebih baik dalam menciptakan dunia yang lebih baik dan relevan dengan tantangan saat ini.

“Karena kemakmuran yang berkelanjutan hanya dapat diraih jika setiap negara memilih jalan perdamaian ketimbang konfrontasi. Kita harus mengedepankan kerja sama alih-alih persaingan, serta kolaborasi dan bukan perpecahan,” jelasnya.

Jokowi juga menegaskan bahwa tidak ada satu negara pun yang bisa mencapai keberhasilan secara mandiri, tidak ada bangsa yang bisa makmur dalam situasi konflik, dan tidak ada perdamaian yang dapat terbangun tanpa adanya kepercayaan.

Selain itu, beliau menyoroti bahwa Asia Tenggara telah berkembang menjadi lebih dari sekadar kawasan yang beragam. Wilayah ini kini menjadi contoh nyata bagaimana peradaban dapat hidup berdampingan, saling belajar, dan berkembang bersama.

Dalam banyak aspek, Asia Tenggara mencerminkan model penting bagi kolaborasi antarperadaban dalam konteks dunia yang multipolar.

“Di kawasan ini, perbedaan bukanlah penghalang. Sebaliknya, perbedaan adalah jembatan menuju pemahaman, kerja sama, dan kemajuan bersama,” kata Jokowi.

Sehubungan dengan hal itu, ia menyerukan agar nilai-nilai yang sama juga dapat menjadi pedoman bagi negara-negara maju.

Jokowi memperingatkan bahwa ukuran kebesaran suatu negara maju tidak hanya terletak pada kemajuan teknologi, kekuatan ekonomi, atau pengaruh politiknya. Namun, hal itu juga harus diukur dari tanggung jawab, kebijaksanaan, dan kemampuannya untuk menciptakan perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran yang dapat dinikmati bersama.

    ➡️ Baca Juga: Perluas Pasar Anak Muda dengan Strategi Kalbe Consumer Health dan Komix Herbal yang Efektif

    ➡️ Baca Juga: Iran Sita Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Melonjak Setelah Pembatalan Serangan Trump

    Related Articles

    Back to top button