Menkeu Purbaya Instruksikan Tim untuk Awasi Pelaksanaan Program MBG dengan Teliti

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa para pegawai di Kementerian Keuangan akan berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan program ini berjalan dengan efisien.
“Untuk menjamin efektivitas program ini, Kementerian Keuangan juga terlibat dalam proses pengawasan. Pegawai kami di daerah akan secara bergiliran memantau setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saya berharap melalui langkah ini, kita dapat terus melakukan perbaikan terhadap skenario pelaksanaan MBG ke depan,” ujar Purbaya dalam sebuah pernyataan di Jakarta, pada hari Kamis.
Purbaya mengungkapkan bahwa anggaran untuk program MBG yang sebelumnya mencapai Rp300 triliun per tahun telah mengalami penurunan, menjadi Rp260 triliun, dan kini lebih lanjut turun menjadi Rp240 triliun.
Kedepannya, ia menegaskan akan terus melakukan efisiensi anggaran, dengan target di bawah Rp200 triliun per tahun. Hal ini juga telah didiskusikan dengan Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono.
“Saya sudah berbincang dengan Kepala BGN yang baru, dan sepertinya kita dapat mencapai efisiensi yang lebih baik, di bawah Rp200 triliun,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya perbaikan dalam pengelolaan program prioritas peningkatan gizi nasional.
Ia memastikan bahwa pada tahun 2027, anggaran yang tersedia akan mampu mencapai target pemenuhan gizi nasional, yang ditujukan untuk 72,4 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak dari usia Pendidikan Anak Usia Dini hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Berdasarkan surat bersama mengenai pagu indikatif dari Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas pada tanggal 7 Mei 2026, total anggaran untuk BGN pada tahun 2027 diperkirakan mencapai Rp240,2 triliun.
“Anggaran tersebut mencakup alokasi untuk program pemenuhan gizi nasional sebesar Rp232,8 triliun (96,95 persen) dan dukungan manajemen sebesar Rp7,32 triliun (3,05 persen). Kami akan terus bekerja sama dengan tim kami, serta dengan dukungan Komisi IX, untuk memperbaiki tata kelola Program MBG demi mencapai target pemenuhan gizi nasional,” jelasnya.
Sudaryono juga menjelaskan bahwa anggaran untuk BGN pada tahun 2027, sesuai dengan Surat Bersama Pagu Anggaran untuk penyediaan dan penyaluran MBG bagi anak sekolah, adalah sebesar Rp198,9 miliar. Sedangkan untuk kelompok sasaran 3B, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp33,5 triliun.
➡️ Baca Juga: HP Terbaru dengan Teknologi Pendinginan Efektif untuk Menjaga Performa Digital Optimal
➡️ Baca Juga: Rekomendasi Laptop Optimal untuk Pelajar dengan Kebutuhan Dasar yang Efisien




