happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Arab Saudi Konfirmasi Serangan Rudal Houthi di Riyadh, Konflik Meluas di Wilayah Tersebut

Otoritas Arab Saudi telah mengonfirmasi bahwa kelompok pemberontak Houthi dari Yaman berusaha menyerang Riyadh pada tanggal 19 September 2026 dengan menggunakan rudal balistik. Serangan ini menjadi yang pertama yang ditujukan langsung ke ibu kota Arab Saudi sejak ketegangan antara kedua belah pihak kembali meningkat, yang juga membuka babak baru dalam konflik yang melibatkan Iran.

Koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi menginformasikan bahwa rudal tersebut berhasil dicegat sebelum mencapai targetnya. Beberapa warga di Riyadh melaporkan mendengar suara ledakan, sementara yang lain melihat asap membubung di sekitar area bandara. Menurut laporan yang dirangkum, tidak ada informasi mengenai korban jiwa atau kerusakan yang diakibatkan oleh serangan tersebut.

Namun, koalisi tersebut juga menyatakan bahwa Houthi berusaha menyerang fasilitas sipil di Kota Yanbu, yang terletak di tepi Laut Merah dan merupakan lokasi berakhirnya salah satu jaringan pipa minyak utama Arab Saudi. Selain itu, Houthi juga mencoba menyerang daerah-daerah lain seperti Taif, Baysh, dan Farasan, tetapi semua upaya tersebut berhasil digagalkan. Hingga saat ini, informasi lebih lanjut mengenai upaya serangan ini belum dipublikasikan.

Sebelumnya, Houthi mengklaim bahwa mereka telah menargetkan beberapa lokasi sensitif di Riyadh, serta fasilitas Aramco yang berada di Yanbu. Mereka menyatakan bahwa serangan tersebut mengakibatkan kebakaran besar. Di sisi lain, Aramco, sebagai perusahaan minyak terbesar di dunia yang beroperasi di Arab Saudi, enggan memberikan komentar mengenai klaim yang diajukan oleh Houthi.

Meluasnya konflik di dekat salah satu jalur pelayaran yang vital di dunia memberikan tekanan baru terhadap pasar global. Situasi ini menambah kompleksitas dan kekhawatiran di kalangan investor serta pelaku pasar, yang sudah was-was terhadap stabilitas regional.

Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara militer Houthi, mengklaim bahwa mereka melancarkan serangan dengan memanfaatkan rudal jelajah, rudal balistik, dan drone. Dia juga menuduh Arab Saudi sedang berusaha menyerang Kota Sanaa, Yaman, yang berada di bawah kendali Houthi. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan mengenai serangan tersebut. Media internasional seperti Associated Press belum dapat memverifikasi klaim yang disampaikan oleh kedua belah pihak secara independen.

Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan di kawasan tersebut semakin meningkat. Pada hari Kamis, laporan menyebutkan bahwa korban sipil pertama dalam eskalasi terbaru ini terjadi setelah pihak pertahanan sipil Arab Saudi mengumumkan bahwa serpihan drone Houthi yang berhasil dicegat telah mengakibatkan kematian seorang warga Yaman yang tinggal di Arab Saudi.

Sebelumnya, pada hari Rabu, Arab Saudi mengungkapkan bahwa Houthi berusaha menyerang Mekkah, kota suci bagi umat Islam, menggunakan drone. Serangan tersebut juga berhasil dicegat. Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa keamanan Mekkah adalah “garis merah” yang tak boleh dilanggar. Namun, Houthi dengan tegas membantah tuduhan tersebut, menegaskan bahwa mereka tidak berniat menyerang lokasi suci tersebut.

    ➡️ Baca Juga: Atur Jadwal Istirahat yang Efektif untuk Menjaga Produktivitas Selama Sehari Penuh

    ➡️ Baca Juga: Pramono Resmikan Jalan Rasuna Said Tanpa Tiang Monorel pada HUT Jakarta

    Related Articles

    Back to top button