Kylian Mbappe Klaim Mampu Menang Ballon d’Or, Legenda Prancis Tanggapi dengan Sindiran Tajam

Kylian Mbappe baru-baru ini menjadi sorotan setelah kritik tajam dilontarkan oleh legenda Timnas Prancis, Christophe Dugarry. Pernyataan Mbappe mengenai kemampuannya merebut Ballon d’Or dianggap oleh Dugarry sebagai sesuatu yang berlebihan dan kurang bijak.
Sebagai salah satu kandidat utama dalam persaingan untuk penghargaan sepak bola paling bergengsi ini, Mbappe memang menunjukkan performa yang mengesankan.
Pengumuman pemenang Ballon d’Or tahun ini akan dilakukan di London, dan Mbappe secara terbuka mengungkapkan keyakinannya untuk meraih penghargaan tersebut.
Keyakinan tersebut didasari oleh penampilannya yang cemerlang bersama Real Madrid di musim lalu. Pemain berusia 27 tahun ini berhasil mencetak 42 gol dalam 44 pertandingan, sebuah pencapaian yang patut dicatat.
Meski demikian, Mbappe belum pernah meraih Ballon d’Or. Prestasi terbaiknya terjadi pada tahun 2023 ketika ia menempati posisi ketiga, kalah dari Lionel Messi dan Erling Haaland.
Menjelang laga Real Madrid melawan Inter Milan di Liga Champions, Mbappe kembali ditanya tentang peluangnya untuk mendapatkan Ballon d’Or.
“Saya percaya bahwa bermain untuk Real Madrid, klub terbaik di dunia, akan membuat orang-orang mengaitkan saya dengan penghargaan ini,” jelas Mbappe.
“Saya selalu meyakini bahwa saya adalah yang terbaik di dunia, namun setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda. Mungkin ada yang tidak sependapat dengan saya. Menurut saya, ini bukanlah diskusi yang perlu kami lakukan,” tambahnya.
Dalam pembicaraan terpisah bersama France Football, Mbappe menyatakan bahwa ia memiliki firasat positif mengenai peluangnya memenangkan Ballon d’Or tahun ini.
“Saya merasa memiliki peluang untuk meraih penghargaan ini tahun ini,” ungkap Mbappe.
Namun, pernyataan tersebut tidak diterima dengan baik oleh Dugarry. Mantan juara Piala Dunia 1998 ini menilai bahwa Mbappe seharusnya tidak terlalu terbuka dalam membahas penghargaan individu.
“Meminta penghargaan individu secara terbuka, bagi saya, adalah sikap yang kekanak-kanakan dan menyedihkan,” tutur Dugarry.
Ia juga berpendapat bahwa sikap tersebut tidak mencerminkan seorang kapten tim nasional yang semestinya lebih memprioritaskan kepentingan tim.
“Saya rasa tidak ada yang hebat dari meminta penghargaan itu, terutama sebagai kapten tim nasional,” tegasnya.
Dugarry bahkan mengkritik kecenderungan sepak bola modern yang semakin mengedepankan pencapaian individu, di mana hal ini seringkali membuatnya merasa muak.
“Sepak bola kini semakin bersifat individualistis, dan itu membuat saya merasa jenuh. Alih-alih terus membicarakan diri sendiri dan penghargaan individu, seharusnya kita lebih fokus pada tim, berbagi kesuksesan, dan meraih trofi yang belum berhasil didapatkan bersama,” pungkas Dugarry.
➡️ Baca Juga: 5 Ballroom Terpopuler di Jakarta untuk Wedding dan Perayaan Pribadi yang Berkesan
➡️ Baca Juga: Arsenal Bangkit Setelah Gol 77 Detik dan Kalahkan Chelsea dengan Kemenangan Dramatis




