Serda Ahmad Tewas Setelah Dipukul Tiga Kali, Puspomau Bantah Penyebabnya Mi Instan

Jakarta – Kasus penganiayaan yang berujung pada kematian Serda Ahmad Muzammil Farisa kini memasuki fase baru. Pusat Polisi Militer TNI AU (Puspomau) telah menetapkan empat prajurit sebagai tersangka dalam kasus ini.
Keempat prajurit yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Serda Mayzard Try Surya Anggara, Serda Andri Hiskia, Serda Muh. Aldhi D, dan Serda Jordan Martua. Puspomau juga mengklarifikasi sejumlah informasi yang belakangan ini beredar di kalangan masyarakat.
Kematian Serda Ahmad sempat dikaitkan dengan masalah sepele terkait pembelian mi instan yang salah. Namun, dalam hasil penyidikan yang dilakukan oleh Puspomau, tidak ditemukan bukti yang mendukung isu tersebut.
“Terkait opini yang berkembang di masyarakat mengenai dugaan masalah mi godog dan mi goreng, kami tegaskan bahwa hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan hasil penyidikan kami,” jelas Komandan Puspomau Marsekal Madya TNI Daan Sulfi, yang dikutip pada Kamis, 17 September 2026.
Daan kemudian menjelaskan kronologi peristiwa yang menjadi dasar penyidikan. Insiden ini bermula ketika Serda Mayzard menghubungi Serda RP melalui telepon untuk meminta bantuan.
Namun, Serda RP kemudian memutuskan sambungan telepon tersebut. Tindakan ini membuat Mayzard merasa tersinggung dan berujung pada kemarahan yang meluap.
Keesokan harinya, pada Rabu, 9 September 2026 sekitar pukul 21.10 WIB, Mayzard mengumpulkan sejumlah juniornya di belakang Mess Galaksi. Di lokasi tersebut, Serda RP dijatuhi hukuman berupa push up dan sit up masing-masing sebanyak 100 kali.
Situasi semakin memanas ketika tiga prajurit lainnya, yaitu Serda Jordan Martua, Serda Muh. Aldhi D, dan Serda Andri Hiskia, tiba di tempat kejadian.
Dalam rangkaian peristiwa tersebut, Serda Jordan memukul Serda Ahmad Muzammil sebanyak tiga kali dengan tangan kosong. Pukulan yang ketiga mengakibatkan kondisi Ahmad langsung berubah drastis.
“Setelah menerima pukulan yang ketiga, korban langsung jatuh jongkok, lemas, dan kemudian terjatuh serta pingsan,” ungkapnya.
Melihat Ahmad tidak sadarkan diri, para tersangka sempat berusaha memberikan pertolongan. Mereka mencoba mengoleskan minyak angin atau balsem di bagian hidung korban serta membasuh wajah dan tubuhnya dengan air.
Namun, meskipun telah diberikan pertolongan, Ahmad tetap tidak sadarkan diri. Dalam keadaan panik, mereka kemudian membawa korban menggunakan mobil dinas menuju instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit terdekat.
➡️ Baca Juga: Taemin SHINee dan Noza Dirumorkan Pacaran
➡️ Baca Juga: Tri Indah R: Selebgram yang Dituduh VCS dan Terlibat Perselingkuhan dengan Suami Clara Shinta




