Aldi Taher Sebut Nomor HP di Live, Kini Diteror 10 Ribu Chat hingga Aplikasi Error

Jakarta – Keputusan Aldi Taher untuk membagikan nomor ponsel pribadinya demi memperluas kesempatan kerja malah berujung pada masalah serius. Alih-alih mendapatkan tawaran proyek yang banyak, ponselnya justru terjebak dalam banjir pesan dari netizen yang tak ada habisnya.
Kisah ini menjadi sorotan setelah Aldi mengunggah video keluhan di akun Instagram-nya. Dalam video tersebut, ia mengungkapkan bahwa ponselnya mengalami gangguan parah yang membuatnya tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya. Mari kita simak cerita lengkapnya!
Insiden ini bermula saat Aldi mengikuti sesi live streaming “Marapthon” yang dipandu oleh Reza Arap. Di momen tersebut, ia dengan berani mengumumkan nomor teleponnya untuk tujuan profesional, seperti tawaran tampil, kolaborasi sebagai Key Opinion Leader (KOL), hingga kebutuhan iklan.
Namun, respons dari publik ternyata di luar ekspektasi. Nomor yang dibagikannya justru dibanjiri pesan yang tidak relevan, mulai dari spam hingga pesanan makanan untuk bisnis kulinernya.
“Aku sangat minta tolong, jangan spam ke nomor pribadi itu untuk undangan nyanyi yang 0812-1212, yang aku sebutkan di Marapthon. Kalau mau pesan burger, langsung saja ke Aldi’s Burger Cempaka Putih, ya,” pinta Aldi dalam video yang diunggahnya pada Minggu, 12 April 2026.
Alih-alih menjadi sumber rezeki, nomor tersebut berubah menjadi “bom notifikasi” yang membuat ponselnya tak mampu menampung lonjakan pesan yang masuk. Aldi menyatakan bahwa jumlah pesan yang diterimanya mencapai angka yang sangat fantastis, dan hal ini berdampak langsung pada kinerja perangkatnya.
“Handphone-nya jadi nge-hang, enggak kasihan sama aku? Ya bismillah, aku berusaha mencari uang untuk ibu berobat dan anakku sekolah. Mohon maaf banget, ya,” ucapnya dengan nada penuh harap.
Situasi ini tentunya menjadi pukulan berat bagi Aldi, mengingat ponsel tersebut adalah alat vital dalam menjalankan aktivitas kerjanya. Ketika akses komunikasi terganggu, peluang kerja yang ada pun ikut terhambat.
Sebagai langkah darurat untuk mengatasi masalah ini, Aldi yang kini berusia 42 tahun memutuskan untuk mengalihkan semua komunikasi bisnis kepada istrinya, Salsabilih, agar ia tetap bisa berhubungan dengan klien yang serius.
“Nah, untuk klien-klien, mohon maaf jika belum ada balasan. Kalian bisa DM ke Instagram istri aku, Bunda Salsabilih. Sementara ini, hubungi dia saja. Handphone-nya enggak bisa dibaca, sudah ada 10 ribu WA yang masuk, Allahuakbar,” jelasnya dengan nada penuh keputusasaan.
Keputusan Aldi untuk membagikan nomor ponselnya dalam konteks profesional ternyata membawa konsekuensi yang tidak diinginkan. Ini menjadi pelajaran berharga bagi para publik figur lainnya untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi, terutama di era digital yang serba cepat ini.
Sementara itu, banyak netizen yang memberikan reaksi beragam atas situasi yang dihadapi Aldi. Beberapa mengungkapkan empati dan meminta agar penggemar lain tidak mengganggu privasi Aldi, sementara yang lain justru menganggapnya lucu dan menghibur.
Penting untuk diingat bahwa dalam dunia yang semakin terhubung ini, menjaga privasi menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi mereka yang sering berinteraksi dengan publik. Pengalaman Aldi Taher ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih bijak dalam berbagi informasi pribadi.
Dalam era digital yang penuh dengan tantangan ini, setiap langkah yang diambil oleh individu, terutama yang berada di bawah sorotan publik, harus dipertimbangkan dengan cermat. Ini bukan hanya soal peluang kerja, tetapi juga tentang menjaga integritas dan kenyamanan pribadi.
Aldi Taher kini harus menghadapi kenyataan bahwa langkah yang diambilnya untuk berbagi nomor telepon justru berujung pada masalah yang lebih besar. Namun, dengan dukungan keluarganya dan sikap proaktif, diharapkan ia dapat segera pulih dari situasi sulit ini dan kembali fokus pada kariernya.
Pengalaman ini tentunya memberikan pelajaran berharga bagi banyak orang, terutama para influencer dan publik figur. Selalu ada risiko ketika memilih untuk berbagi informasi pribadi secara terbuka.
➡️ Baca Juga: Wamenaker Gebrak Meja Saat Sidak Pabrik Milik Jan Hwa Diana
➡️ Baca Juga: BNI Ingatkan Nasabah untuk Waspada Terhadap Ancaman Vishing dan Phishing demi Keamanan Data Pribadi




