2.400 Tersangka Ditangkap dalam Aksi Protes Ricuh di Prancis

Hampir 2.400 orang ditangkap dalam kerusuhan yang meletus di Prancis pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026. Menurut laporan dari Kementerian Dalam Negeri Prancis, sekitar 1.000 petugas penegak hukum mengalami cedera akibat bentrokan tersebut.
Kementerian tersebut menginformasikan bahwa total 2.397 individu telah ditahan, sementara 997 petugas polisi dan gendarmerie mengalami luka, di mana tujuh di antaranya dalam kondisi serius. Kejadian ini mencerminkan intensitas situasi yang dihadapi oleh pihak berwenang saat menghadapi demonstrasi besar.
Aksi protes yang melanda Prancis pada tanggal tersebut dipicu oleh melonjaknya biaya hidup dan harga barang yang semakin tidak terjangkau oleh masyarakat. Kenaikan harga yang signifikan ini telah memicu ketidakpuasan yang meluas di kalangan warga, mendorong mereka untuk turun ke jalan dalam jumlah besar.
Unjuk rasa tersebut berlangsung dengan penuh ketegangan, ditandai oleh bentrokan antara massa demonstran dan aparat kepolisian. Selain itu, kerusuhan yang terjadi juga meliputi penjarahan serta aksi vandalisme yang menciptakan suasana yang semakin tidak terkendali.
➡️ Baca Juga: Siasat Tersangka Korupsi Buang Sampah Tangsel ke Kota-kota Tetangga
➡️ Baca Juga: FAM Terkejut Dikerjai Kapten Liga Belanda, Mengaku Berdarah Malaysia dan Dikirimi Surat




