Prabowo Siapkan Rp2 Triliun untuk Mewujudkan Swasembada Garam di Rote Ndao NTT

Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah mempercepat pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) yang berlokasi di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan swasembada garam di tingkat nasional.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi kondisi ironis di mana Indonesia, sebagai negara kepulauan, masih bergantung pada impor garam.
“Realitas yang kita hadapi saat ini cukup mengecewakan; meskipun Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia, kita masih harus mengimpor garam. Ini menjadi bagian penting dalam usaha mencapai swasembada garam nasional,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Rabu, 2 September 2026.
Untuk merealisasikan proyek ini, pemerintah mengalokasikan investasi sebesar Rp2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun tambak garam serta berbagai infrastruktur pendukung, seperti jalan, fasilitas penyimpanan, dan pengolahan, pompa, serta sarana lainnya yang diperlukan.
Pengembangan KSIGN di Rote Ndao tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan volume produksi garam, tetapi juga untuk memperbaiki kualitas dan produktivitas garam. Hal ini diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi para petambak dan masyarakat setempat.
Pada fase awal, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menerapkan metode tambak garam terbuka yang menggunakan geomembran berbahan High Density Polyethylene (HDPE). Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan baik kuantitas maupun kualitas hasil produksi garam.
Modernisasi teknologi akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak. Salah satu langkah yang sedang dipersiapkan adalah pemanfaatan sumber energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Dengan adanya pengembangan ini, diharapkan pendapatan para petambak akan meningkat. Peningkatan produktivitas, kualitas, dan nilai tambah produk garam diharapkan dapat membuat masyarakat lokal tidak hanya berperan sebagai tenaga produksi, tetapi juga lebih terlibat dalam seluruh rantai usaha garam.
Selain itu, kawasan ini diproyeksikan untuk menjadi pusat investasi baru di Rote Ndao. Masuknya investasi diharapkan bisa membuka lapangan kerja dan menciptakan berbagai usaha pendukung yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Target pengembangan KSIGN sendiri mencakup luas area mencapai 2.000 hektare. Selain itu, akan ada lebih dari 8.000 hektare kawasan lainnya yang akan dikembangkan oleh investor melalui berbagai skema kerja sama, termasuk pola bagi hasil yang saling menguntungkan.
➡️ Baca Juga: PNM Peduli Bantu Korban Gempa NTT dengan Aksi Nyata dan Dukungan Berkelanjutan
➡️ Baca Juga: Tips iPhone Mengurangi Konsumsi Baterai Saat Streaming Video Online Aman Harian




