Gempa Megathrust: Kapan Terjadi? Simak Penjelasan Resmi dari Badan Geologi

Belakangan ini, fenomena gempa megathrust semakin sering menjadi topik hangat di berbagai platform media sosial. Masyarakat semakin khawatir dan penasaran setelah Indonesia mengalami sejumlah gempa bumi serta erupsi Gunung Anak Krakatau, yang menambah ketertarikan terhadap potensi terjadinya gempa besar di wilayah ini.
Rasa penasaran masyarakat semakin meningkat, terutama mengenai kapan gempa megathrust mungkin terjadi. Dalam konteks ini, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merasa perlu untuk memberikan penjelasan resmi yang jelas dan akurat.
Melalui akun Instagram resminya, Badan Geologi memberikan informasi yang krusial terkait potensi gempa megathrust. Pada 19 September 2026, mereka menjelaskan bahwa gempa megathrust berasal dari zona pertemuan dua lempeng tektonik, di mana satu lempeng bergerak turun ke bawah lempeng lainnya, yang dikenal sebagai zona subduksi.
“Zona ini dapat memicu gempa besar ketika energi yang terakumulasi dalam zona subduksi akhirnya terlepas,” demikian pernyataan dari Badan Geologi di akun Instagram mereka.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa zona megathrust memiliki potensi untuk menyebabkan gempa bumi yang disertai tsunami. Gempa yang dihasilkan bisa mencapai kekuatan yang sangat besar, dengan magnitudo maksimum berkisar antara M8,0 hingga M9,2.
Di sisi lain, wilayah pantai barat Sumatera dan selatan Jawa dikategorikan memiliki risiko tinggi terhadap tsunami. Diperkirakan, ketinggian tsunami yang muncul di garis pantai dapat melebihi 3 meter, dan di beberapa lokasi, tinggi gelombang berpotensi mencapai lebih dari 10 meter.
Mengenai kapan gempa megathrust akan terjadi, Badan Geologi menegaskan bahwa hingga saat ini, ilmu pengetahuan belum mampu menentukan dengan pasti waktu, tanggal, lokasi, dan kekuatan gempa yang akan terjadi di masa depan.
“Kita mempelajari megathrust bukan untuk meramalkan waktu terjadinya gempa, tetapi untuk memahami sumber bahaya yang ada dan mempersiapkan langkah mitigasi yang tepat,” tambah Badan Geologi dalam penjelasannya.
Ada beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh Badan Geologi terkait potensi gempa megathrust. Berikut adalah ringkasan dari himbauan tersebut yang perlu diperhatikan oleh masyarakat.
➡️ Baca Juga: KAI Tambah 2 Perjalanan Kereta Bandara Soetta, Antisipasi Arus Balik Lebaran
➡️ Baca Juga: Ebola Kongo Menewaskan 600 Orang, Kasus Baru Muncul di Provinsi Lain




