Honda Mengadakan Uji Coba Pelajar Mengendarai Motor, Meliputi Tes Rem dan Kontrol Emosi

PT Astra Honda Motor (AHM) melaksanakan program uji kemampuan berkendara bagi pelajar dan guru yang bertajuk Cari Aman Academy 2026. Inisiatif ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan dan melibatkan 56 pelajar serta 28 guru dari 28 sekolah yang berada di bawah naungan Safety Riding Astra Honda.
Kegiatan ini berlangsung di Astra Motor Safety Riding Center di Jawa Tengah, tepatnya di Semarang, pada tanggal 6 hingga 8 Oktober 2026. Para peserta tidak hanya diuji dalam hal teori berkendara, tetapi juga dalam kemampuan praktis mengendalikan sepeda motor dan memberikan edukasi kepada orang lain mengenai keselamatan berkendara.
Hendrik Ferianto, instruktur Safety Riding dari PT AHM, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kompetensi peserta sebelum mereka berperan sebagai agen keselamatan di komunitas masing-masing.
“Tujuannya adalah untuk mengukur dan memperkuat komitmen AHM dalam mendukung pemerintah untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas,” ungkap Hendrik di Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (7/10/2026).
Dia menambahkan, peserta diharapkan mampu menyebarkan pengetahuan tentang keselamatan berkendara kepada teman-teman, keluarga, serta lingkungan sekitar mereka. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk menjalani serangkaian ujian guna memastikan bahwa informasi yang disampaikan akurat dan dapat dipercaya.
Dalam Cari Aman Academy, penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama: pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas. Dalam aspek pengetahuan, peserta mengikuti ujian teori dan diminta untuk menjelaskan materi tentang keselamatan berkendara, termasuk konsep dasar cari aman.
Sementara itu, kemampuan berkendara mereka diuji melalui berbagai tantangan yang menggunakan sepeda motor Honda BeAT. Pemilihan motor ini didasarkan pada popularitasnya di kalangan pelajar sebagai kendaraan sehari-hari.
“Motor matik sangat digemari saat ini, dan Honda BeAT menjadi pilihan utama di kalangan siswa,” jelas Hendrik.
Aspek keterampilan meliputi pengujian kemampuan pengereman, keseimbangan statis, serta teknik slalom. Hendrik menekankan bahwa keterampilan pengereman adalah komponen vital dalam upaya mengurangi dampak dari kecelakaan yang mungkin terjadi.
“Kemampuan pengereman yang baik dapat mengurangi risiko fatalitas akibat kecelakaan,” tegasnya.
Dalam tantangan keseimbangan statis, peserta dituntut untuk menjaga motor tetap seimbang saat dalam posisi diam. Latihan ini juga menguji kontrol gerakan tangan pengendara guna mempertahankan keseimbangan sepeda motor.
Selain keterampilan teknis, peserta juga diuji dalam hal pengendalian emosi dan kemampuan mengambil keputusan saat menghadapi lintasan. Salah satu pengujian tersebut dilakukan melalui tantangan slalom dan teknik berbelok yang memerlukan konsentrasi tinggi.
➡️ Baca Juga: Prabowo dan Presiden Macron Bahas Pengadaan Alutsista serta Energi di Paris
➡️ Baca Juga: Kembangkan Skill Teknis Sederhana untuk Meningkatkan Orderan Online Secara Efektif




