Kepala Bakom Menegaskan Komitmen Pemerintah Terhadap Kritik dan Masukan Publik

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menekankan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap kritik serta masukan dari masyarakat. Pernyataan ini sejalan dengan instruksi yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang mengharapkan agar dirinya mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung dari berbagai daerah.
“Saya diminta oleh Bapak Presiden untuk menerima masukan dari masyarakat. Oleh karena itu, saya perlu menjalin hubungan baik dengan Bapak-Ibu di semua daerah untuk mendengar apa yang mereka sampaikan,” ungkap Syahganda dalam keterangannya yang diterima di Jakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Syahganda juga menyatakan bahwa media lokal memiliki peran yang sangat penting dalam membantu pemerintah memahami berbagai isu yang muncul di daerah. Ia menjelaskan bahwa kedekatan media dengan masyarakat memungkinkan informasi terkait masalah yang terjadi di lapangan dapat disampaikan dengan lebih cepat kepada pemerintah. Dengan demikian, respons pemerintah terhadap masalah yang ada dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.
“Media daerah memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang apa yang terjadi di Riau, Kalimantan, Sumatera Selatan, dan isu-isu lainnya, seperti kebakaran. Jika kami mendapatkan informasi lebih awal, respons kami pun bisa lebih cepat,” tambah Syahganda.
Ia juga menegaskan bahwa Bakom RI selalu terbuka untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai jenis media, mulai dari televisi, media cetak, media daring, hingga platform media sosial yang baru muncul.
Sebagai lembaga pemerintah yang bertugas menjalankan amanat dari masyarakat, Bakom RI siap untuk membangun hubungan yang transparan dengan semua pihak, termasuk pelaku industri media di daerah. Syahganda menekankan pentingnya komunikasi yang dua arah, di mana pemerintah tidak hanya menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan hasil kerja, tetapi juga mendengarkan aspirasi masyarakat serta memahami masalah yang mereka hadapi.
Ia menegaskan bahwa komunikasi yang efektif sangat diperlukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai kinerja pemerintah. Tanpa adanya komunikasi yang baik, hasil kerja pemerintah dan persepsi masyarakat mengenai kinerja tersebut tidak selalu sejalan.
“Antara hasil survei kepuasan dan persepsi publik terhadap pekerjaan kami, bisa terjadi ketidakcocokan jika tidak ada komunikasi yang memadai. Meskipun kami bekerja keras, jika masyarakat hanya melihat sisi negatif seperti korupsi atau ketidakpuasan, maka informasi yang kami sampaikan menjadi tidak jelas. Itulah mengapa Bapak Presiden meminta saya untuk berupaya menyampaikan informasi seluas mungkin,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Gaya Hidup Sehat untuk Menjaga Kenyamanan Tubuh Selama Beraktivitas Sehari-hari
➡️ Baca Juga: Bantuan untuk Korban Gempa, Dasco dan Purbaya Akan Berangkat ke NTT Besok




