Jumlah Korban Tewas Gempa Kolombia Mencapai 265, 3.494 Terluka dan 496 Hilang

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dengan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada awal pekan ini telah mencapai 265 orang. Selain itu, lebih dari 3.494 orang mengalami luka-luka, dan 496 orang dilaporkan hilang, menurut pernyataan Presiden Abelardo de la Espriella.
Sebelumnya, laporan dari asosiasi di ibu kota daerah Kolombia mencatat bahwa jumlah korban tewas mencapai 241 orang, dengan 1.762 orang mengalami cedera, serta 279 orang yang hilang akibat dampak gempa tersebut.
Presiden de la Espriella menjelaskan, “Kami telah mencatat sebanyak 53.816 individu dari 25.872 keluarga yang terdampak oleh bencana ini. Dengan sangat menyesal, kami mengonfirmasi bahwa 265 orang telah meninggal, 3.494 orang terluka, dan jumlah mereka yang hilang terus meningkat menjadi 496 orang.” Pernyataan ini disampaikan melalui siaran televisi Caracol.
Lebih lanjut, Presiden Kolombia menekankan pentingnya upaya pencarian bagi mereka yang hilang, “Fokus kami saat ini adalah mencari dan menemukan mereka yang belum ditemukan.”
Menurut informasi dari Presiden, gempa yang terjadi ini menyebabkan kerusakan yang parah, termasuk ambruknya 53.816 rumah dan 140 gedung. Selain itu, 1.819 institusi pendidikan, 631 pusat komunitas, dan 179 fasilitas kesehatan juga mengalami kerusakan signifikan.
Dampak gempa tidak hanya terbatas pada bangunan, tetapi juga infrastruktur. Sebanyak 20 jembatan tol, 203 jalan, 44 instalasi pasokan air, dan lima bandara turut rusak akibat bencana ini.
Gempa bumi yang mengguncang Kolombia pada tanggal 10 Agustus pagi berpusat di wilayah Choco, yang merupakan salah satu daerah yang terdampak paling parah.
Gemuruh getaran gempa ini terasa hingga hampir seluruh wilayah Kolombia dan bahkan sampai ke beberapa negara tetangga, menunjukkan seberapa besar dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam ini.
➡️ Baca Juga: Strategi Gaya Hidup Sehat untuk Minimalkan Dampak Negatif Gaya Hidup Pasif Jangka Panjang
➡️ Baca Juga: Menyusun Manajemen Keuangan Pribadi yang Terstruktur dan Mudah Dipantau untuk Keuangan Lebih Rapi




