Zaskia Adya Mecca Terekam Menangis Melihat Asap Pekat Karhutla yang Mengancam Kesehatan

Perjuangan relawan pemadam kebakaran dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menghadirkan kisah yang sangat mengharukan. Di tengah ancaman api dan kepungan asap yang kian mengintimidasi, beberapa relawan harus mengeluarkan dana pribadi untuk membeli bahan bakar mesin pemadam. Keadaan ini membuat aktris Zaskia Adya Mecca tak dapat menahan air matanya saat turut serta di lapangan.
Melalui akun Instagram-nya, Zaskia berbagi pengalamannya bertemu dengan masyarakat setempat yang setiap hari berjuang memadamkan api secara mandiri. Mereka berusaha melakukan tugas tersebut meskipun terhambat oleh keterbatasan dana operasional dan kurangnya alat pelindung diri (APD) yang memadai.
Zaskia merasa sangat tersentuh ketika mengetahui bahwa para relawan harus menyisihkan uang mereka sendiri untuk memastikan mesin pemadam tetap berfungsi.
“Baru saja sampai di sini, dari bandara yang dekat sekali. Namun, cerita di tempat ini membuatku sangat emosional. Di sini ada masyarakat yang menjadi relawan mandiri. Mereka terjun langsung memadamkan api setiap harinya,” ungkap Zaskia, dikutip pada Rabu (21/10/2026).
Kisah yang paling menyentuh adalah bagaimana para relawan berusaha memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk mesin pemadam. Mereka secara kolektif mengumpulkan uang dengan besaran yang sesuai kemampuan masing-masing.
“Tahukah kamu? Untuk membeli bensin agar mesin tetap hidup, mereka patungan dengan uang sendiri. Ada yang menyumbang Rp10 ribu, Rp15 ribu, atau Rp20 ribu. Tidak ada dukungan dari pihak lain. Mereka benar-benar mandiri, bahkan tanpa APD yang lengkap, karena mereka merasa harus menjaga keselamatan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Kondisi yang dihadapi para relawan ini menunjukkan berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Selain harus berhadapan dengan risiko kebakaran, mereka juga harus memikirkan biaya operasional agar upaya pemadaman tetap berjalan.
Zaskia semakin tersentuh ketika menyadari bahwa relawan-relawan tersebut tidak menerima upah atas kerja keras yang mereka lakukan. Bahkan dalam kondisi ekonomi yang serba sulit, mereka tetap harus mengeluarkan uang pribadi untuk membeli bahan bakar.
“Sungguh mengharukan, mereka adalah relawan mandiri yang tidak digaji. Bahkan untuk memadamkan api, mereka harus patungan untuk membeli bahan bakar. Mereka juga tidak berada dalam kondisi finansial yang berlebih, sehingga harus berjuang dalam keterbatasan,” kata Zaskia dengan nada penuh empati.
➡️ Baca Juga: Bahlil Dorong Menteri Energi Indo-Pasifik untuk Kolaborasi di Tengah Ketidakpastian Pasokan Global
➡️ Baca Juga: Anak Magang Harus Diperlakukan Adil Sesuai Aturan UU Baru, Ini Penjelasannya




