pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan untuk Pencarian Jurnalis Hilang pada Hari Ketujuh

Jakarta – Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) telah mengerahkan 18 kapal dan satu helikopter dalam upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga anggota kru kapal, yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda.

Pada hari ketujuh operasi, tim SAR memaksimalkan penggunaan 18 kapal dan satu helikopter untuk melakukan pencarian yang kini telah diperluas hingga mencapai area seluas 6.649 Nautical Mile (NM) persegi. Hal ini disampaikan oleh Rizky Dwianto, Kepala Sub-Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, di Pandeglang, Banten, pada Senin, 14 September 2026.

Rizky menjelaskan bahwa perhatian khusus diberikan pada area yang dikenal sebagai Sektor X. Di sektor ini, terdapat sejumlah temuan yang berhasil diperoleh selama proses pencarian dari hari ketiga hingga keenam, yang menjadi alasan utama fokus pencarian diperketat di area tersebut.

Di Sektor X, yang memiliki luas area pencarian sekitar 831 NM persegi, sejumlah alat utama seperti KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, KRI Leuser, RBB Pulau Peucang, serta beberapa kapal lainnya, telah digerakkan untuk meningkatkan efektivitas pencarian.

Sektor Z, dengan luas 512 NM persegi, dikhususkan bagi KN SAR Basudewa, sementara Sektor V yang mencakup area seluas 1.182 NM persegi ditangani oleh KRI Teluk Gilimanuk.

Selanjutnya, Sektor W, dengan luas 1.167 NM persegi, melibatkan KRI Lepu, KAL Anyer, dan KN SAR Antasena. Sektor U yang mencakup 481 NM persegi dikoordinasikan oleh KP Sanjaya, sementara Sektor Y seluas 413 NM persegi dilakukan oleh RIB 02 SAR Lampung.

Untuk pencarian di udara, Sektor H memiliki luas area pencarian mencapai 2.063 NM persegi dan rencananya akan dilakukan dengan helikopter Dolphin HR-3604 milik Basarnas.

Rizky menambahkan bahwa luas area pencarian di permukaan air saat ini mencapai 4.586 NM persegi, sementara area pencarian melalui udara seluas 2.063 NM persegi, memberikan gambaran jelas tentang skala operasi yang sedang berlangsung.

Di samping itu, tim SAR juga melakukan upaya pencarian melalui jalur darat di sepanjang pesisir yang membentang dari Pantai Carita hingga Pantai Anyer. Langkah ini diambil untuk memperluas cakupan pencarian dan meningkatkan kemungkinan menemukan delapan orang yang masih hilang.

Penyisiran darat juga tetap dilanjutkan di sekitar Pulau Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Sertung, Pulau Rakata Besar, dan Pulau Panjang. Ini merupakan bagian dari strategi untuk memperbesar peluang menemukan jejak keberadaan warga yang hilang.

Langkah-langkah ini diambil dengan harapan tinggi untuk menemukan delapan individu yang hingga kini masih dalam pencarian, dan menunjukkan dedikasi tim pencari dalam menjalankan misi yang penuh tantangan ini.

    ➡️ Baca Juga: Senegal Menolak Mengembalikan Trofi AFCON 2025 yang Disimpan di Fasilitas Militer

    ➡️ Baca Juga: Strategi Produktivitas Harian untuk Mengelola Waktu Kerja Secara Efektif

    Related Articles

    Back to top button