pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
lifestyle

Versi Betrand Peto dan Korban Berbeda: Fakta di Balik Kejadian di Ruangan Pribadi

Dua pihak kini memberikan keterangan yang saling bertolak belakang terkait kasus yang melibatkan nama Betrand Peto dalam dugaan kekerasan seksual di sebuah klub di kawasan SCBD. ANW, selaku pihak pelapor, mengklaim bahwa dirinya mengalami tindakan pelecehan setelah diajak masuk ke sebuah ruangan pribadi, sementara pihak Betrand menegaskan bahwa Onyo, panggilan akrabnya, tidak terlibat dalam insiden tersebut.

Perbedaan informasi yang muncul ini menarik perhatian publik, terutama mengenai kronologi peristiwa yang terjadi. Namun, penting untuk diingat bahwa kebenaran sejatinya masih akan ditentukan melalui proses penyelidikan oleh pihak berwenang yang berkompeten.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh ANW, ia mengunjungi sebuah klub di SCBD sekitar pukul 02.00 WIB bersama seorang teman. Di sana, ia menerima tawaran dari staf klub untuk meramaikan ruangan pribadi yang dikatakan sebagai tempat Betrand Peto berada.

ANW mengungkapkan, “Tiba-tiba salah satu staf klub itu berkata, ‘Mau nggak Kak ngeramein room-nya si BP ini?'” pernyataan ini ia sampaikan dalam tayangan di YouTube pada Minggu, 13 September 2026.

Ia mengaku menerima ajakan tersebut dengan pikiran positif dan tanpa prasangka buruk tentang apa yang akan terjadi di dalam ruangan tersebut.

“Saya tidak pernah berpikir negatif bahwa kami akan mengalami hal buruk di tempat itu. Kami menyetujui ajakan itu,” jelasnya.

Setelah beberapa waktu berada di dalam ruangan, ANW keluar sejenak untuk mengambil telepon genggamnya. Ketika ia kembali, ia mendapati temannya sedang berada di toilet. ANW kemudian memilih untuk duduk di sofa yang berada di samping Betrand.

“Saya duduk di sofa, di sebelah saya ada BP. Tiba-tiba BP menarik tangan saya,” ungkap ANW.

Awalnya, ia mengira bahwa Betrand mengajaknya untuk mencari temannya yang berada di toilet. Namun, ia menjelaskan bahwa dugaan pelecehan itu terjadi di dekat pintu toilet.

“Ternyata di depan pintu toilet itu, saya mengalami pelecehan,” ujarnya dengan nada penuh emosi.

Kuasa hukum ANW juga menambahkan bahwa terdapat indikasi kekerasan dan paksaan, serta memperlihatkan beberapa bukti medis yang mereka klaim berkaitan dengan luka yang dialami oleh korban.

Di sisi lain, pihak Betrand Peto memberikan pernyataan yang berbeda mengenai posisi Onyo selama insiden tersebut berlangsung.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyatakan bahwa informasi yang diterima Ruben berasal dari teman-teman Betrand dan informasi tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut untuk mendapatkan kejelasan.

    ➡️ Baca Juga: WN Malaysia Dirikan Pabrik Vape Narkoba di Tangerang dengan Investasi Rp762 Miliar

    ➡️ Baca Juga: Serangan AS-Israel ke Iran, KBRI Teheran Siapkan Layanan Hotline Darurat untuk WNI

    Related Articles

    Back to top button