pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
bisnis

PTK Rayakan 57 Tahun dengan Fokus pada Digitalisasi dan Inovasi Green Vessel untuk Industri Maritim

Jakarta – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) telah mengalami transformasi signifikan selama 57 tahun keberadaannya, menjadikannya sebagai penyedia layanan maritim yang terintegrasi. Di masa mendatang, PTK berkomitmen untuk memperkuat keunggulan operasional melalui modernisasi, digitalisasi industri maritim, serta pengembangan kapal penunjang yang ramah lingkungan.

Saat ini, PTK telah mengembangkan bisnisnya dengan menyediakan layanan yang mencakup armada kapal penunjang, operasional pelabuhan, layanan maritim, dan pangkalan logistik di lokasi-lokasi strategis di seluruh Indonesia. Integrasi layanan ini menunjukkan komitmen PTK dalam mendukung industri kemaritiman yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan memperkuat langkah modernisasi, digitalisasi, serta pengembangan green supporting vessel. Ini adalah langkah strategis untuk masa depan PTK,” ungkap Direktur Utama PTK, Harris Abdi Sembiring Meliala, dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-57 PTK di Kantor PTK Jakarta, yang berlangsung pada tanggal 13 September 2026.

PTK memulai era kapal ramah lingkungan pada tahun 2019, melalui pengenalan kapal Transko Rajawali, yang merupakan kapal tunda berbahan bakar ganda pertama di Indonesia. Dengan panjang 34 meter, kapal ini memanfaatkan kombinasi bahan bakar solar dan liquefied natural gas (LNG), sehingga menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan dengan emisi yang lebih rendah.

Selain itu, PTK juga aktif memperluas penggunaan bahan bakar hijau pada armada kapal penunjangnya, termasuk utility boat dan crew boat. Salah satu langkah inovatif yang dilakukan adalah pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 pada tanggal 11 Juni 2026. Inovasi ini diklaim dapat mengurangi emisi karbon dioksida hingga 79,2 ton per tahun, serta mengurangi ketergantungan armada logistik laut terhadap bahan bakar diesel.

PTK tidak hanya berhenti pada penggunaan panel surya, tetapi juga merencanakan uji coba sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS) pada kapal mulai tahun 2027, yang merupakan bagian dari pengembangan teknologi untuk mendukung pengiriman ramah lingkungan.

Harris juga menjelaskan bahwa saat ini PTK memiliki sekitar 370 kapal milik dan menyewa 82 unit kapal lainnya. Rencana PTK untuk menambah armada baru merupakan bagian dari strategi peremajaan dan modernisasi, yang bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas operasional serta memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.

“PTK berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan melalui peremajaan dan modernisasi aset-aset yang ada. Selain itu, kami juga melakukan digitalisasi operasi, di mana saat ini telah ada 21 inisiatif digital di seluruh fungsi kerja. Di masa depan, aplikasi ini akan bertransformasi menjadi teknologi Kecerdasan Buatan (AI), yang akan membantu manajemen dalam pengambilan keputusan,” jelas Harris.

    ➡️ Baca Juga: Rekomendasi Smartwatch Olahraga Terbaik untuk Gaya Hidup Aktif

    ➡️ Baca Juga: Nama Hari Ini: Tren dan Makna di Masyarakat

    Related Articles

    Back to top button