Sopir TransJakarta Diduga Ugalan-Ugalan di Halte Senen, Manajemen Berikan Penjelasan Resmi

Jakarta – PT Transportasi Jakarta menanggapi isu yang beredar mengenai sopir bus TransJakarta yang diduga mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan, khususnya di sekitar Halte Senen Toyota Rangga pada malam hari, Jumat, 11 September 2026. Manajemen perusahaan dengan tegas membantah pernyataan tersebut.
Melalui keterangan resmi yang disampaikan oleh Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, pihaknya meminta maaf kepada para penumpang yang mengalami ketidaknyamanan. Dia menegaskan bahwa narasi yang beredar tentang sopir yang mengemudikan bus secara ugal-ugalan tidaklah benar.
Ayu menjelaskan bahwa pengereman mendadak yang terjadi adalah tindakan refleks dari pramudi TransJakarta untuk menghindari tabrakan dengan pengendara sepeda motor yang tiba-tiba memotong jalur bus. Tindakan ini diambil untuk menjaga keselamatan semua penumpang yang ada di dalam bus.
“Kami telah melakukan peninjauan terhadap rekaman CCTV di lokasi dan memastikan bahwa semua prosedur diikuti sesuai dengan standar yang berlaku. Pramudi bertindak sigap dalam melakukan pengereman,” tambah Ayu.
Dia juga menyampaikan bahwa petugas TransJakarta yang berada di lapangan segera melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi penumpang pasca insiden tersebut. Ditegaskannya, seluruh penumpang di dalam bus tersebut dipastikan aman dan tidak mengalami cedera.
Ayu Wardhani menegaskan komitmen TransJakarta untuk selalu mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi setiap pelanggan dalam semua layanan yang diberikan. Hal ini menjadi prioritas utama bagi perusahaan transportasi umum tersebut.
Sebelumnya, beredar di media sosial mengenai insiden yang melibatkan pengemudi bus TransJakarta koridor 2 rute Monas-Pulogadung, yang melakukan pengereman mendadak. Kejadian ini mengakibatkan beberapa penumpang terjatuh di dalam bus.
Salah satu penumpang yang terlibat dalam insiden tersebut menyampaikan keluhannya kepada pengemudi bus, menunjukkan ketidakpuasan terhadap situasi yang terjadi saat itu.
Sumber informasi yang tersebar menyebutkan bahwa pengemudi bus sering kali mencari celah di antara kendaraan lain dengan meningkatkan kecepatan secara tidak terkontrol, yang berujung pada pengereman mendadak. Situasi ini menjadi sorotan di kalangan pengguna transportasi umum di Jakarta.
➡️ Baca Juga: Strategi UMKM Mengelola Fokus Bisnis untuk Menghindari Terjebak dalam Beragam Ide
➡️ Baca Juga: 18 Ide Usaha Kuliner Menjanjikan di Kampung dengan Modal Kecil dan Keuntungan Besar




