Lomba Tidur di Jepang Hadiah Rp249 Juta: Inilah Cara Menentukan Pemenangnya

Bagaimana jika tidur selama 90 menit bisa mendatangkan hadiah ratusan juta rupiah? Ini bukan sekadar mimpi belaka. Jepang akan menyelenggarakan kompetisi tidur yang menawarkan hadiah utama mencapai 2,22 juta yen, yang setara dengan sekitar USD 14.000 atau Rp 249,2 juta, berdasarkan kurs Rp 17.800 per dolar AS.
Kompetisi yang dinamakan “Mattrace by Koala” ini tidak hanya mencari peserta yang paling cepat terlelap. Sebaliknya, para kontestan akan dinilai melalui berbagai indikator kualitas tidur, termasuk kedalaman tidur, kualitas secara keseluruhan, kecepatan untuk tertidur, serta kestabilan saat beristirahat.
Acara ini direncanakan berlangsung pada tanggal 5 Oktober 2026 di Share Green Minami Aoyama, Tokyo, Jepang. Perlombaan akan dibagi menjadi tiga sesi, masing-masing selama 90 menit.
Diperkirakan sekitar 20 peserta akan berpartisipasi dalam setiap sesi. Pendaftaran untuk kompetisi ini telah dibuka sejak 4 September 2026 dan akan ditutup pada 16 September waktu setempat.
Selama kompetisi, peserta akan berbaring di atas kasur dan berupaya untuk mendapatkan tidur yang optimal dalam waktu 90 menit. Proses tidur mereka akan dipantau menggunakan perangkat pemantauan yang dirancang khusus.
Penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan peserta untuk tertidur. Sistem kompetisi ini akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kedalaman tidur, kualitas tidur secara keseluruhan, seberapa cepat mereka terlelap, serta kestabilan tidur selama perlombaan berlangsung.
Dokter akan terlibat dalam proses penilaian untuk memastikan bahwa setiap aspek tidur peserta dinilai dengan akurat. Peserta yang berhasil meraih skor tertinggi dalam kategori kualitas tidur akan dinyatakan sebagai pemenang dan berhak membawa pulang hadiah utama sebesar 2,22 juta yen.
Menariknya, ada satu aturan yang membedakan kompetisi ini dari lomba tidur biasa. Peserta akan menghadapi berbagai gangguan saat berusaha untuk terlelap, yang akan menambah tantangan dalam kompetisi ini.
Penyelenggara akan menciptakan gangguan yang tidak terduga selama peserta tidur. Tujuannya adalah untuk menguji kemampuan peserta dalam mempertahankan tidur yang stabil, meskipun berada dalam kondisi yang tidak sepenuhnya tenang.
Dengan demikian, peserta yang paling cepat tertidur belum tentu menjadi pemenang. Kemampuan untuk menjaga kualitas tidur dan tetap stabil di tengah gangguan juga akan berkontribusi pada penilaian akhir mereka.
Selain hadiah utama yang menggiurkan, kompetisi ini juga menyediakan penghargaan khusus. Beberapa penghargaan ini akan diberikan kepada peserta yang menunjukkan kemampuan tidur paling dalam serta peserta yang memiliki posisi tidur yang dianggap unik.
➡️ Baca Juga: Wamen Isyana Ajak Generasi Muda Berkontribusi Nyata untuk Lingkungan dengan Cara Ini
➡️ Baca Juga: Strategi Bisnis Digital untuk Meningkatkan Pengalaman Pelanggan Secara Efektif dan Efisien




