Persib Bandung Terkena Sanksi FIFA, Robert Rene Alberts Paparkan Fakta Penting

Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, akhirnya berbicara mengenai isu yang mengakibatkan tim Pangeran Biru mengalami sanksi dari FIFA terkait larangan pendaftaran pemain.
Sanksi ini berawal dari masalah pembayaran yang berkaitan dengan kontrak Robert bersama klub. Namun, kabar baik datang ketika FIFA secara resmi mencabut sanksi tersebut secara permanen, memberikan harapan baru bagi Maung Bandung.
Pencabutan sanksi tersebut termuat dalam surat resmi FIFA bernomor Ref. No. FDD-28859 yang dikeluarkan pada 11 Agustus 2026. Di tengah situasi yang mulai mereda, Robert merasa perlu untuk mengungkapkan fakta-fakta yang sebenarnya. Ia merasa bahwa dirinya dan keluarganya menjadi sasaran kritik dari banyak pihak yang tidak memahami konteks kejadian ini.
“Saya tidak bisa mengabaikan komentar-komentar yang datang dari orang-orang yang jelas tidak mengetahui detail permasalahan ini, dan mereka mulai menyerang keluarga saya serta diri saya,” ungkap Robert melalui unggahan di akun Instagram-nya.
“Karena itu, saya merasa perlu untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,” tambahnya.
Robert kemudian menjelaskan latar belakang masalah yang menimbulkan sanksi dari FIFA. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah dipecat oleh Persib, melainkan memilih untuk mundur dari jabatan pelatih kepala.
Menurut Robert, kontraknya bersama Persib masih sah hingga Mei 2025. Ia mengungkapkan bahwa selama ini ia memiliki hubungan yang baik dengan manajemen klub.
“Saya telah menandatangani perjanjian dengan Persib, dan kontrak saya berlangsung hingga Mei 2025. Ini penting untuk dicatat, saya tidak dipecat, tetapi saya memilih untuk mundur dari posisi pelatih kepala,” jelasnya.
“Hal ini juga didasari oleh hubungan yang baik dengan pengurus. Mereka selalu terbuka kepada saya, dan kami berusaha menyelesaikan masalah pembayaran bersama. Saya bersabar menunggu perkembangan situasi,” sambungnya.
Situasi mulai memanas ketika terjadi perubahan dalam kepengurusan klub Persib. Robert menyatakan bahwa ia sempat bertemu dengan manajemen baru untuk membahas persoalan pembayaran.
“Setelah kepengurusan Persib berganti, saya mencoba untuk berbicara mengenai pembayaran secara kekeluargaan,” katanya.
“Kami berusaha bernegosiasi mengenai pengaturan pembayaran selama masa kontrak saya. Saya bertemu dengan Aditya dari manajemen baru secara langsung dan kami berusaha menyelesaikan semua masalah bersama,” tambah Robert.
Robert juga mengklaim bahwa ia telah memberikan fleksibilitas kepada Persib. Ia bersedia menerima pembayaran yang lebih rendah dari nilai kontrak awal karena memahami situasi klub yang sedang mengalami kesulitan.
➡️ Baca Juga: 20 Nama Calon Bos OJK Diumumkan, Ketahui Proses Seleksi Secara Lengkap
➡️ Baca Juga: Iran Mengumumkan Serangan Terhadap Semua Pangkalan Militer AS di Timur Tengah




