happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Tokoh Adat Papua Menyikapi Tindakan KKB yang Menembak Warga Sipil Secara Brutal

Tokoh adat Papua mengutuk keras tindakan penembakan yang menargetkan warga sipil di Distrik Muliama, yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Mereka menilai tindakan tersebut tidak hanya melanggar norma kemanusiaan, tetapi juga bertentangan dengan upaya untuk menciptakan keamanan dan perdamaian di Tanah Papua.

Ondoafi Kampung Sabron Yaru, Nikodemus Yaboisembut, dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap aksi penembakan yang menewaskan tiga warga sipil di Distrik Muliama. Ia berpendapat bahwa kekerasan terhadap masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan, karena setiap individu berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Nikodemus menekankan bahwa kehadiran pemerintah dan aparat di Papua seharusnya difokuskan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan layanan publik. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh tokoh adat untuk berperan aktif dalam menjaga hubungan harmonis antara masyarakat dan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa tokoh adat memiliki posisi yang sangat penting dalam menjaga keamanan di tengah-tengah masyarakat. Peran ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa komunitas lokal dapat hidup dalam rasa aman dan kedamaian.

“Kami mengecam penembakan tersebut karena tindakan itu sangat tidak manusiawi. Kehadiran aparat pemerintah di Papua adalah untuk membantu masyarakat melalui program-program yang mereka bawa. Oleh karena itu, tokoh adat harus berfungsi sebagai payung bagi kehadiran aparat pemerintah di tengah masyarakat,” ungkap Nikodemus dalam keterangannya, Kamis, 24 September 2026.

Senada dengan pernyataan tersebut, Ondoafi Kampung Kwadeware, Nikson Marweri, menyampaikan rasa prihatinnya atas penembakan yang menimpa tiga warga sipil di Distrik Muliama. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu menciptakan lingkungan yang aman di Papua dan menjaga situasi agar tetap kondusif.

Nikson juga mendorong pihak kepolisian untuk meningkatkan patroli di daerah-daerah yang dianggap memerlukan penguatan keamanan. Menurutnya, langkah ini penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya aksi kekerasan terhadap warga sipil.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Deiyai, Bernard Pekei, mengimbau semua masyarakat adat di 67 desa atau kampung di wilayahnya untuk mendukung program pemerintah pusat serta berkolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Saya mengajak semua masyarakat adat untuk mendukung program dari pemerintah pusat dan menjaga keamanan serta ketertiban di daerah masing-masing. Jangan sampai kita membandingkan kondisi di daerah kita dengan isu-isu luar kabupaten. Mari kita bersama-sama menciptakan Kabupaten Deiyai yang aman dan damai,” tegas Bernard.

    ➡️ Baca Juga: Bandar Narkoba Boy Mengaku Bayar Rp1,6 Miliar untuk Mendapatkan Perlindungan Polisi

    ➡️ Baca Juga: 5 Sedan Mewah dengan Harga Terjangkau di Bawah Rp100 Juta yang Patut Dipertimbangkan

    Related Articles

    Back to top button