pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

11 Gunung Api Indonesia yang Erupsi Tahun Ini, dari Semeru hingga Anak Krakatau Siaga

Aktivitas gunung api di Indonesia saat ini memerlukan perhatian serius. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat sebelas gunung api aktif yang telah mengalami erupsi sepanjang tahun ini.

Dari sebelas gunung tersebut, lima di antaranya telah ditetapkan pada status Siaga, yang berada di Level III. Sementara itu, enam gunung lainnya berstatus Waspada, yang tergolong dalam Level II.

“Sepanjang tahun ini, Badan Geologi mencatat sebelas gunung api aktif yang telah mengalami erupsi,” demikian informasi yang dibagikan melalui akun resmi Instagram Badan Geologi pada Rabu, 9 September 2023.

Salah satu gunung yang berada dalam status Siaga adalah Gunung Anak Krakatau. Menurut data terkini, gunung ini telah mengalami erupsi sebanyak enam kali pada tanggal 8 September.

Erupsi yang terjadi di Anak Krakatau ditandai dengan pola letusan yang ringan dan berlangsung secara berkala. Namun, potensi hujan abu vulkanik dari aktivitas ini tetap harus diwaspadai oleh masyarakat.

“Sebaran abu vulkanik dapat berubah sesuai dengan kondisi angin yang ada,” tambah akun tersebut.

Selain Anak Krakatau, Gunung Sinabung dan Gunung Semeru juga tercatat berada dalam status Siaga saat ini.

Secara keseluruhan, lima gunung api berstatus Siaga atau Level III meliputi: Gunung Anak Krakatau dengan 243 kali erupsi, Gunung Lewotobi Laki-Laki sebanyak 790 kali, Gunung Semeru dengan 20.326 kali erupsi, Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas sebanyak 115 kali, dan Gunung Sinabung yang mengalami dua kali erupsi.

Sementara itu, enam gunung api yang berstatus Waspada atau Level II terdiri dari: Gunung Ili Lewotolok dengan 24.442 kali erupsi, Gunung Ibu sebanyak 25.556 kali, Gunung Dukono dengan 8.216 kali, Gunung Marapi yang tercatat 51 kali, Gunung Dempo tiga kali, dan Gunung Karangetang satu kali.

Badan Geologi mengingatkan bahwa status yang sama tidak berarti bahwa aktivitas atau karakteristik dari setiap gunung api itu identik. Aktivitas yang terjadi pada satu gunung api tidak selalu berhubungan dengan aktivitas gunung api lainnya.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Badan Geologi menegaskan bahwa pemantauan dan langkah-langkah mitigasi terus dilakukan guna mengantisipasi potensi bahaya dari erupsi yang mungkin terjadi.

“Mitigasi dan monitoring terus dilakukan secara berkelanjutan oleh Badan Geologi untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh erupsi gunung api di Indonesia,” demikian informasi yang disampaikan melalui akun Instagram Badan Geologi.

    ➡️ Baca Juga: Ribuan Umat Hindu Memadati Candi Prambanan untuk Merayakan Hari Suci

    ➡️ Baca Juga: Timnas Italia Hadapi Irlandia Utara dalam Usaha Kembali ke Piala Dunia 2026 di Bergamo

    Related Articles

    Back to top button