Citra Nur Ramadhani: Bocah 10 Tahun yang Diperkenalkan Prabowo di DPR dan Pernah Nyaris Putus Sekolah

Jakarta – Di balik sosok Citra Nur Ramadhani, seorang siswi berusia 10 tahun yang diperkenalkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, pada tanggal 14 Agustus 2026, terdapat kisah yang sangat inspiratif.
Citra tidak tumbuh dalam lingkungan yang serba berkecukupan. Sejak usia dini, ia harus menghadapi tantangan kehidupan yang mengharuskannya untuk memahami realitas ekonomi yang sulit, meskipun usianya masih sangat muda.
Namun, nasibnya mulai berubah ketika ia mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat, yang memberikan harapan baru bagi masa depannya.
Citra Nur Ramadhani adalah anak yang berasal dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan di Sulawesi Selatan. Saat ini, ia menempuh pendidikan di kelas empat sekolah dasar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 67 Pangkajene dan Kepulauan.
Meskipun menjalani kehidupan sebagai siswi, Citra menyimpan banyak pengalaman yang tidak biasa untuk seorang anak seusianya. Ayahnya meninggal dunia ketika Citra baru berusia 8 tahun, yang memaksa ia untuk beradaptasi dengan kehidupan yang lebih sulit bersama ibunya, nenek, serta dua saudara kandungnya.
Ibu Citra merupakan penyandang disabilitas, tetapi ia tetap berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ia bekerja sebagai penyapu masjid dan buruh cuci, meskipun dalam kondisi yang sangat terbatas, sehingga kehidupan mereka dipenuhi dengan tantangan.
Dalam situasi tersebut, Citra juga turut membantu perekonomian keluarga dengan menjual kacang bungkus. Ia melakukannya sambil tetap berusaha untuk menjalani kewajibannya sebagai pelajar, menunjukkan dedikasi dan semangat yang luar biasa.
Kondisi ekonomi yang sulit bahkan hampir memaksa Citra untuk putus sekolah. Ia berada di ambang kehilangan kesempatan untuk belajar ketika duduk di kelas empat SD karena harus membantu ibunya dalam mencari nafkah.
Cerita tentang perjuangan Citra kemudian disampaikan oleh Prabowo saat memperkenalkan Citra sebagai salah satu tamu istimewa dalam Sidang Tahunan MPR 2026.
“Hadir pula Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene, Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika berada di kelas empat sekolah dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang,” ungkap Prabowo pada acara tersebut.
“Ayahnya telah tiada dan ibunya adalah seorang penyandang disabilitas,” tambah Prabowo, menggambarkan betapa beratnya keadaan yang harus dihadapi Citra.
Selain tantangan ekonomi, masa sekolah Citra juga tidak bebas dari kesulitan lainnya. Ia pernah mengalami perundungan, yang menjadi bagian dari pengalaman hidupnya yang harus ia lawan di masa kecilnya.
Citra Nur Ramadhani, meskipun masih muda, telah menunjukkan ketahanan dan keberanian yang luar biasa dalam menghadapi berbagai rintangan. Kisahnya adalah cerminan dari harapan dan semangat juang yang tak pernah padam, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.
Kisah inspiratif ini juga menjadi pengingat pentingnya pendidikan dan dukungan bagi anak-anak di Indonesia yang kurang beruntung. Citra adalah simbol dari harapan bagi banyak anak yang berjuang menghadapi kesulitan, dan keberaniannya layak untuk dicontoh oleh generasi mendatang.
Dengan dukungan yang tepat, masa depan Citra dan anak-anak lainnya yang mengalami situasi serupa bisa menjadi lebih cerah. Penting bagi kita untuk menyadari bahwa pendidikan adalah salah satu kunci untuk membuka pintu kesempatan dan mengubah hidup.
Setiap anak, termasuk Citra Nur Ramadhani, berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan kesempatan untuk meraih impian mereka, terlepas dari latar belakang ekonomi. Sebagai masyarakat, kita memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita.
Kisah Citra adalah pengingat bahwa setiap individu memiliki potensi yang luar biasa, dan dengan tekad serta dukungan, mereka dapat mengatasi segala rintangan yang menghadang. Mari kita dukung pendidikan dan kesejahteraan anak-anak, agar mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang lebih baik dan membawa perubahan positif bagi bangsa.
➡️ Baca Juga: Ole Romeny Menjadi Sorotan Usai Pertandingan Melawan Bulgaria, Timnas Butuh Penambahan Lini Depan
➡️ Baca Juga: Derita Kurir dan Harapannya pada Peraturan Menteri Komdigi




