Ria Ricis Mengaku Operasi Hidung karena Sinusitis, Tompi: Belum Tentu Tidak Benar!

Ria Ricis baru-baru ini menjadi perbincangan hangat setelah mengungkapkan bahwa ia telah menjalani operasi hidung. Ia menyatakan bahwa prosedur tersebut dilakukan untuk mengatasi masalah sinusitis, yang memicu berbagai reaksi dan perdebatan di kalangan netizen.
Menanggapi isu yang berkembang, musisi sekaligus dokter bedah plastik, Tompi, memberikan penjelasan dari sudut pandang medis. Mari kita simak lebih lanjut apa yang disampaikan oleh Tompi mengenai situasi ini.
Dalam penjelasannya, Tompi menekankan bahwa tidak semua klaim tentang operasi hidung yang disebabkan oleh sinusitis bisa langsung dianggap sebagai informasi yang tidak benar. Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, masalah kesehatan seperti sinusitis memang dapat menjadi alasan bagi seseorang untuk melakukan tindakan medis pada area hidung.
“Pengakuan seseorang yang menjalani operasi hidung karena sinusitis tidak selalu bisa dianggap sebagai kebohongan atau kesalahan,” tulis Tompi melalui akun Threads-nya @dr_tompi pada Selasa, 28 April 2026.
Pernyataan tersebut muncul setelah banyak komentar skeptis dari netizen terhadap beberapa figur publik yang mengaku menjalani operasi hidung dengan alasan kesehatan.
Tompi menegaskan bahwa sinusitis adalah kondisi yang kompleks dengan berbagai faktor penyebab, sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan untuk semua orang.
“Sangat mungkin bahwa pengakuan tersebut benar. Kecuali jika orang tersebut berpura-pura mengalami sinusitis. Namun, tidak semua pasien sinusitis memerlukan operasi hidung,” jelas Tompi.
Selanjutnya, Tompi menjelaskan bahwa setiap prosedur medis memiliki pertimbangan tertentu, termasuk dalam kasus tindakan seperti septoplasty dan rhinoplasty fungsional.
Ia juga menambahkan bahwa orang Asia perlu lebih berhati-hati ketika menjalani operasi ini.
“Sinusitis adalah kondisi yang rumit dan bisa memiliki banyak faktor penyebab. Oleh karena itu, penanganan untuk kondisi ini pun beragam,” imbuhnya.
Tompi juga menunjukkan bahwa struktur tulang rawan septum pada individu Asia umumnya lebih tipis dibandingkan dengan ras Kaukasia. Hal ini memicu potensi masalah pernapasan setelah operasi jika tidak dilakukan dengan hati-hati.
“Penjelasan di atas bertujuan untuk menunjukkan bahwa pengakuan tentang operasi yang dilakukan karena sinusitis tidak selalu salah. Semoga ini bisa menjelaskan dan mengurangi ketersinggungan yang ada,” ujarnya.
Menariknya, Tompi juga mengangkat fenomena di mana pasien yang awalnya menjalani operasi untuk tujuan medis, sering kali memutuskan untuk melakukan perubahan estetika sekaligus. Hal ini sering terjadi saat prosedur sudah berlangsung.
“Seringkali, hasilnya menjadi lebih mancung karena permintaan ‘sekalian’ saat operasi dilakukan. Jadi, bisa dikerjakan sekaligus sebagai bonus. Ini bisa disebut sebagai aji mumpung,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: Alasan Korban Pelecehan Mahasiswa FH UI Sejak 2025 Ragu untuk Melapor
➡️ Baca Juga: American Samoa vs China Comparison: A Study in Contrasts




