happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
lifestyle

69 Persen Pekerja Indonesia Sudah Memanfaatkan AI sebagai Alat Utama dalam Pekerjaan

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) semakin mendominasi dalam aktivitas sehari-hari di tempat kerja. Bagi pekerja Indonesia, teknologi ini telah berkembang dari sekadar alat pencari informasi atau pembuat teks menjadi sarana penting untuk menyelesaikan berbagai tugas yang sebelumnya memakan waktu lebih lama.

Sebuah studi dari PwC yang berjudul Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025 menunjukkan bahwa 69 persen pekerja di Indonesia telah memanfaatkan AI dalam pekerjaan mereka selama 12 bulan terakhir. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata global yang tercatat sebesar 54 persen.

Namun, meningkatnya adopsi AI ini terjadi di tengah situasi di mana banyak pekerja merasa tertekan oleh waktu. Dalam laporan Microsoft Work Trend Index 2025, terungkap bahwa 88 persen pekerja di Indonesia, baik karyawan maupun pemimpin bisnis, merasakan kekurangan waktu dan energi untuk menyelesaikan tugas mereka.

Kondisi ini menjelaskan mengapa fitur-fitur berbasis AI yang dapat mengurangi beban pekerjaan administratif semakin relevan. Salah satu contohnya adalah kemampuan untuk mengubah percakapan selama rapat atau panggilan menjadi teks secara otomatis, yang dapat sangat membantu dalam mengelola waktu dan sumber daya.

Berbagai platform komunikasi dan kolaborasi kini menyediakan fitur transkripsi yang memungkinkan percakapan dalam rapat diubah menjadi teks. Ini memudahkan pekerja untuk mendokumentasikan pembicaraan tanpa harus mencatat secara manual.

Bahkan, beberapa produk menawarkan opsi untuk mengaktifkan perekaman dan transkripsi secara otomatis begitu rapat dimulai. Fitur ini memungkinkan peserta untuk memperoleh catatan yang akurat tanpa harus sibuk mengetik selama diskusi berlangsung.

Dalam praktiknya, transkrip yang dihasilkan dapat memenuhi berbagai kebutuhan. Pekerja dapat menggunakan dokumen tersebut untuk mengingat kembali poin-poin penting yang dibahas dalam rapat, mencari informasi yang mungkin terlewat, atau menyusun langkah tindak lanjut setelah pertemuan.

Adopsi AI di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif.

Data dari PwC menunjukkan bahwa meskipun 69 persen pekerja Indonesia telah memanfaatkan AI dalam setahun terakhir, penggunaan AI secara harian masih berada di angka 16 persen untuk generative AI. Ini menunjukkan adanya kesenjangan antara mereka yang pernah menggunakan AI dan yang menjadikannya bagian dari rutinitas kerja sehari-hari.

PwC juga mencatat bahwa 96 persen pengguna AI generatif secara rutin di Indonesia melaporkan adanya peningkatan produktivitas. Sebagai perbandingan, hanya 75 persen dari mereka yang jarang menggunakan AI yang melaporkan hal serupa. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara seberapa sering AI digunakan dan persepsi pekerja tentang produktivitas, meskipun laporan tersebut berasal dari pengalaman responden dan bukan pengukuran produktivitas yang konkret.

    ➡️ Baca Juga: Kelola Portofolio Freelance di Behance Agar Menarik Perhatian Klien Potensial

    ➡️ Baca Juga: Cara Efektif Mengoptimalkan Penggunaan AirDrop di iPhone Sehari-hari

    Related Articles

    Back to top button