Arab Saudi Diserang, Imbauan Kemenhaj untuk Jemaah Umrah Indonesia dan Langkah Antisipasi

Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) telah mengeluarkan imbauan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk para jemaah umrah, untuk meningkatkan kewaspadaan mereka sehubungan dengan situasi keamanan yang berkembang di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menekankan pentingnya bagi WNI untuk tetap tenang dan menjaga keselamatan pribadi. Ia juga meminta agar mereka mengikuti berita dan informasi dari sumber resmi. Selain itu, diharapkan agar WNI menghindari tempat-tempat yang dianggap berisiko dan membatasi aktivitas yang tidak mendesak, khususnya di area yang terpengaruh oleh situasi keamanan yang ada.
“Kami menghimbau para WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi-lokasi rawan, patuhi semua aturan yang berlaku, dan ikuti instruksi dari otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ungkap Ichsan dalam keterangan resminya di Jakarta.
Ichsan juga mengingatkan agar WNI tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan tidak menyebarkan kabar yang bisa menimbulkan kepanikan. Masyarakat diimbau untuk selalu mengutamakan informasi dari sumber resmi dalam menentukan aktivitas dan perjalanan mereka selama berada di Arab Saudi.
Bagi jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi, Kemenhaj meminta agar mereka terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), memantau berita perjalanan, dan mengikuti arahan keselamatan dari pihak berwenang setempat. Penyelenggara juga diharapkan dapat memantau kondisi jemaah dan menyampaikan informasi penting secara berkala.
Sementara itu, untuk jemaah yang belum berangkat ke Arab Saudi, Kemenhaj mengimbau agar terus memantau perkembangan situasi dan informasi resmi terkait perjalanan mereka. Jemaah disarankan untuk berkoordinasi dengan PPIU agar memastikan jadwal, status penerbangan, dan kesiapan keberangkatan. Mereka juga diingatkan untuk tidak membuat keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami meminta agar jemaah yang belum berangkat tetap berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan semua informasi keberangkatan berasal dari sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu untuk meminta penjelasan kepada penyelenggara jika terdapat perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan,” tambah Ichsan.
Kemenhaj juga mengimbau WNI untuk terus memantau informasi dan arahan yang disampaikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, serta Kementerian Luar Negeri.
➡️ Baca Juga: Prabowo Menegaskan Komitmennya untuk Tidak Campur Tangan dalam Urusan Negara Lain
➡️ Baca Juga: Kerangka Ditemukan di Perkebunan Tebu Gorontalo, Diduga Korban Pembunuhan Remaja Perempuan Echa Hilang 3 Bulan



