pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Basarnas Perpanjang Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang saat Meliput Erupsi Anak Krakatau

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merencanakan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk delapan individu yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten, setelah memasuki hari ketujuh pencarian.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menyatakan bahwa hasil dari pelaksanaan operasi pada hari ketujuh ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah operasi SAR akan dilanjutkan atau dihentikan.

“Keputusan untuk memperpanjang atau menghentikan operasi bergantung pada hasil evaluasi hari ketujuh ini. Data tersebut akan kami gunakan sebagai pertimbangan untuk menentukan langkah selanjutnya,” jelasnya di Pandeglang, Banten, pada Senin, 14 September 2026.

Selanjutnya, Rangga Aribowo, Ahli Muda di bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, menguraikan beberapa pertimbangan yang menjadi dasar untuk memperpanjang operasi SAR ini.

Ia menjelaskan, perpanjangan operasi dapat dilakukan jika masih ada tanda-tanda keberadaan korban, barang-barang milik korban, atau laporan dari saksi yang melihat material yang diduga terkait dengan kecelakaan tersebut.

Rangga menambahkan, jika evaluasi tidak menunjukkan indikasi baru mengenai keberadaan korban atau barang-barang yang terkait dengan insiden, maka operasi SAR dapat dinyatakan selesai.

Namun, ia menekankan bahwa penghentian operasi SAR tidak berarti bahwa pencarian terhadap korban sepenuhnya berakhir.

Dalam kondisi tersebut, status pencarian dapat dialihkan menjadi siaga. Apabila terdapat kembali tanda-tanda keberadaan korban atau laporan baru dari masyarakat, maka operasi SAR dapat dibuka lagi.

“Walaupun seandainya operasi SAR resmi ditutup, status akan berubah menjadi mode kesiapsiagaan. Jika ada laporan baru terkait keberadaan korban, kami akan segera melanjutkan operasi SAR,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan harapannya agar pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bagi delapan warga yang hilang kontak di perairan Selat Sunda dapat diperpanjang, terutama jika hingga hari ketujuh, yaitu pada tanggal 14 September 2026, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan mereka.

“Saya berharap agar pencarian dapat dimaksimalkan dan waktu pencarian dapat diperpanjang,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, delapan orang yang saat ini masih dalam proses pencarian berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

    ➡️ Baca Juga: Bagaimana Ekonomi Mengubah Hidup Kita di 2025

    ➡️ Baca Juga: Peluncuran Program Pendidikan Gratis untuk Anak-Anak Kurang Mampu

    Related Articles

    Back to top button