happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bola

Erick Thohir: Realita Kejam dalam Dunia Sepakbola yang Harus Dipahami

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan tanggapan terkait kritik yang ditujukan kepada pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.

Kritik terhadap Herdman semakin mengemuka setelah Timnas Indonesia hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Malaysia dalam pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin, 28 September.

Hasil ini membuat Indonesia gagal meraih tiga poin yang sangat dibutuhkan. Bahkan, setelah pertandingan, terdengar sorakan dari suporter yang meminta nama Shin Tae-yong kembali dipertimbangkan.

Tekanan terhadap Herdman semakin meningkat menjelang pertandingan terakhir Grup A melawan Bangladesh.

Erick memahami bahwa kritik tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab seorang pelatih. Menurutnya, sorotan dari suporter adalah konsekuensi yang harus diterima oleh pelatih mana pun.

“Melihat pelatih di negara-negara lain seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam, mereka juga pasti menghadapi kritik yang serupa. Sepakbola memang memiliki sisi yang sangat kejam, namun hal tersebut adalah bagian dari tanggung jawab yang diemban seorang pelatih,” ungkap Erick saat ditemui di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Selasa, 29 September.

Meskipun banyak kritik yang diarahkan kepada tim, Erick tetap memberikan penghargaan kepada para pemain Timnas Indonesia atas usaha mereka melawan Malaysia.

Tim Garuda harus bertanding dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye menerima kartu merah. Dalam kondisi tersebut, Maarten Paes dan rekan-rekannya berhasil menjaga gawang agar tetap tak kebobolan hingga akhir pertandingan.

“Melihat situasi kemarin, dengan satu pemain kurang, saya sangat mengapresiasi usaha para pemain. Mereka telah terbang jauh, bertanding dengan semangat tinggi, dan memberikan segalanya di lapangan,” jelas Erick.

Hasil imbang tersebut masih memberikan peluang bagi Indonesia untuk melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, skuad Garuda harus meraih hasil maksimal saat menghadapi Bangladesh di laga terakhir Grup A.

Pertandingan antara Indonesia dan Bangladesh dijadwalkan berlangsung di SUGBK pada Kamis, 1 Oktober. Di saat yang bersamaan, Malaysia akan bertanding melawan Singapura di Stadion Si Jalak Harupat.

Erick mengingatkan para pemain untuk tidak terpengaruh oleh tekanan yang ada dan tetap fokus pada pertandingan terakhir.

“Bangladesh tidak boleh dianggap remeh. Timnas harus berjuang keras, dan semoga Malaysia serta Singapura juga memberikan performa terbaik mereka. Kita lihat saja hasil akhirnya nanti,” tegas Erick.

    ➡️ Baca Juga: Menko Yusril: Dampak Negatif Berhaji Tidak Resmi bagi Jemaah dan Keberlangsungan Ibadah

    ➡️ Baca Juga: Nirma Melati Ekspresikan Pengalaman Luka Hati Melalui Lagu Jangan Kau Sakiti Diriku

    Related Articles

    Back to top button