Inggris Mengalahkan Kroasia 7-0, Catatan Kekalahan Terburuk dalam Sejarah Sepak Bola

Tim nasional Inggris menunjukkan performa yang sangat mengesankan saat melawat ke Kroasia. Dalam pertandingan UEFA Nations League yang berlangsung di Stadion HNK Rijeka pada malam Sabtu, 3 Oktober 2026, Inggris sukses menghancurkan tuan rumah dengan skor mencolok 7-0.
Kemenangan ini menjadi salah satu penampilan paling dominan bagi Inggris di bawah arahan pelatih Thomas Tuchel. Penyerang Harry Kane dan winger Bukayo Saka masing-masing mencetak dua gol, sementara Jude Bellingham, Anthony Gordon, dan Morgan Rogers turut menyumbang satu gol masing-masing.
Hasil ini tidak hanya memberikan kemenangan besar bagi Inggris tetapi juga menciptakan rekor buruk bagi Kroasia. Kekalahan dengan selisih tujuh gol tanpa balas ini menjadi catatan terburuk dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Sejak awal pertandingan, Inggris tampil sangat agresif, tak memberi kesempatan bagi Kroasia untuk mengembangkan permainan mereka. Keunggulan sudah diraih Inggris ketika pertandingan baru berjalan delapan menit.
Hasil ini juga memperpanjang dominasi Inggris atas Kroasia. Tiga Singa kini tidak pernah kalah dalam lima pertemuan terakhir mereka melawan tim Balkan tersebut, sejak pertemuan terakhir di Piala Dunia 2018.
Inggris segera mengancam melalui Anthony Gordon, yang melepaskan tembakan kaki kiri setelah berhasil lolos dari pengawalan lini belakang Kroasia. Meski Dominik Livakovic mampu mengamankan peluang tersebut, namun ia tidak bisa bertahan lama.
Beberapa menit setelahnya, pada menit ke-8, Jude Bellingham memberikan umpan terobosan yang sangat akurat, membelah pertahanan Kroasia. Harry Kane dengan baik membaca situasi tersebut, mengontrol bola, dan melepaskan tembakan yang menghunjam ke pojok gawang.
Gol pembuka tersebut semakin menambah kepercayaan diri skuad Inggris. Meskipun Kroasia berusaha untuk merespons, permainan mereka semakin tertekan dan sulit untuk berkembang. Inggris dengan cerdik mengontrol permainan sembari memanfaatkan ruang kosong di belakang pertahanan tuan rumah.
Keunggulan Inggris bertambah pada menit ke-21. Proses terciptanya gol kedua diawali dengan kombinasi yang sangat cemerlang. Bukayo Saka mengirimkan bola ke area pertahanan Kroasia, lalu Gordon dengan cermat mengontrolnya sebelum memberikan umpan silang mendatar ke dalam kotak penalti.
Bellingham, yang datang dari lini kedua, menyambar bola dan mengubah skor menjadi 2-0.
Pemain gelandang Real Madrid ini tidak hanya berperan sebagai pencetak gol, tetapi juga menjadi penghubung utama antara lini tengah dan lini depan Inggris. Aktivitasnya di lapangan sangat terlihat, membuat permainan Inggris semakin dinamis dan efektif.
Dengan pola permainan yang mengesankan, Inggris terus menekan Kroasia tanpa henti. Mereka berhasil memanfaatkan setiap kesalahan lawan, menjadikan laga ini sebagai momentum penting dalam perjalanan mereka di UEFA Nations League.
Kroasia, di sisi lain, tampak kehilangan arah. Mereka mencoba mencari strategi untuk menghadapi agresivitas Inggris, tetapi semakin terdesak oleh serangan yang terus menerus dilancarkan.
Dengan skor yang semakin menjauh, Kroasia berusaha untuk memperbaiki posisi mereka, namun setiap upaya yang dilakukan selalu terhalang oleh pertahanan solid Inggris. Penjagaan ketat dan pressing yang tinggi dari Inggris membatasi ruang gerak para pemain Kroasia.
Pada menit ke-35, Inggris kembali menambah pundi-pundi gol mereka. Kali ini, Morgan Rogers menjadi aktor utama yang mengubah skor menjadi 3-0 setelah memanfaatkan umpan dari Bellingham.
Kemenangan telak ini menjadi sinyal kuat bagi Inggris bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi. Dengan performa yang dominan, mereka menunjukkan bahwa mereka bukan hanya tim yang kuat secara individu, tetapi juga memiliki kerjasama tim yang sangat baik.
Sementara Kroasia harus merenungkan kekalahan pahit ini, mereka harus segera bangkit. Ini adalah momen yang harus dijadikan pelajaran bagi mereka untuk tidak terjebak dalam kesalahan yang sama di laga-laga mendatang.
Dengan kekalahan terburuk sepak bola ini, Kroasia harus merestrukturisasi strategi mereka untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Sementara Inggris bisa berbangga dengan hasil positif ini, sebagai langkah awal menuju kejayaan di kompetisi yang lebih besar di masa depan.
Pengalaman dan pelajaran yang diambil dari pertandingan ini akan menjadi pendorong bagi kedua tim untuk meningkatkan performa mereka. Inggris kini bisa menatap ke depan dengan optimisme tinggi, sementara Kroasia harus berjuang keras untuk kembali ke jalur kemenangan.
➡️ Baca Juga: Bogor Botanical Garden Anticipates 10,000 Visitors for H+6 Lebaran
➡️ Baca Juga: Latihan Efektif untuk Meningkatkan Kekuatan Kaki Pemain Badminton dan Lonjakan Tinggi




