Karutan Depok Mengonfirmasi 4 Napi Terlibat Pesta Narkoba di Rutan

Video yang menunjukkan sejumlah pria menari di dalam sebuah ruangan sambil diduga menggunakan narkoba telah menghebohkan publik. Rekaman ini, yang awalnya dikira terjadi di Lapas Depok, ternyata sebenarnya diambil di Rutan Depok.
Setelah video tersebut viral di media sosial, pihak Rutan Depok segera melakukan penyelidikan. Dari hasil penelusuran awal, petugas memastikan bahwa lokasi yang ditampilkan dalam video tersebut memang berada di dalam kompleks Rutan Depok.
“Benar, lokasi tersebut ada di Rutan Depok,” ungkap Kepala Rutan Depok, Ario Galih Maduseno, kepada wartawan pada hari Senin (5/10/26).
Menariknya, ruangan yang direkam dalam video tersebut dihuni oleh sejumlah narapidana. Dari sekitar 22 orang yang ada di dalam kamar itu, petugas kini tengah menyelidiki dugaan keterlibatan tiga hingga empat orang dalam insiden tersebut.
“Ada sekitar 22 warga binaan, dan yang kami dalami lebih lanjut adalah sekitar 3 hingga 4 orang,” jelasnya.
Penyelidikan tidak hanya dilakukan terhadap narapidana, tetapi juga melibatkan dua petugas Rutan Depok yang telah dimintai keterangan terkait video yang beredar.
“Posisi mereka berada di dalam satuan pengamanan serta staf di bidang bimbingan kerja,” tambahnya.
Rutan Depok kini menangani masalah ini dengan serius. Pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian, termasuk dugaan keterlibatan petugas yang mungkin membantu melanggar aturan.
Laporan tersebut juga disampaikan kepada kepala kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk menentukan langkah-langkah penanganan yang diperlukan.
“Kami juga melaporkan kepada kepala kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendapatkan arahan dan penanganan lebih lanjut,” tuturnya.
Pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan secara kolaboratif oleh Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Ditjenpas, dan Rutan Depok. Tim ini akan mengungkap fakta-fakta di balik video serta menentukan siapa saja yang terlibat.
“Kami juga berkomitmen untuk bersikap transparan dan responsif. Siapa pun yang terbukti terlibat dalam pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pria berada di sebuah ruangan sambil berjoget dengan musik yang keras. Salah satu dari mereka tampak memegang botol yang diduga digunakan sebagai alat untuk menghisap narkoba jenis sabu.
Meskipun narasi dalam video menyebutkan bahwa kejadian tersebut berlangsung di Lapas Depok, hasil investigasi awal Rutan Depok memastikan bahwa lokasi sebenarnya adalah di Rutan Depok.
➡️ Baca Juga: Laptop Terbaik untuk Kerja Digital Harian dengan Performa Stabil dan Optimal
➡️ Baca Juga: Diversifikasi Portofolio Investasi Sebagai Strategi Meminimalisir Risiko Kerugian Di Bursa Efek




