Menteri Ekraf Ajak Anak Muda Terjun ke Dunia Pengisi Suara Tanpa Harus Jadi Aktor

Dunia hiburan saat ini tidak hanya mengandalkan aktor yang muncul di layar. Di balik layar, terdapat para pengisi suara yang berperan penting dalam menghidupkan karakter serta menyampaikan cerita dalam film, animasi, iklan, dan permainan video. Profesi ini semakin mendapatkan perhatian di industri kreatif, sekaligus menawarkan peluang menarik bagi generasi muda yang ingin berkarier melalui kemampuan vokal mereka.
Peluang tersebut menjadi salah satu fokus dalam acara Road to Wonder Voice of Indonesia (WVI) 2026 yang berlangsung di Auditorium Gedung Damar, Telkom University, Bandung, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Untuk pertama kalinya, rangkaian acara pembuka WVI diadakan di lingkungan kampus, bertujuan untuk menghubungkan mahasiswa dengan praktisi dari industri sulih suara.
Menteri Ekonomi Kreatif yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa industri kreatif memainkan peran krusial dalam menciptakan kesempatan kerja bagi generasi muda, termasuk perempuan.
“Ada sekitar 27,4 juta orang yang berprofesi di industri kreatif, dengan 63 persen di antaranya merupakan generasi Z dan milenial, serta 58 persen adalah perempuan. Ini menunjukkan bahwa sektor ini bersifat berkelanjutan dan inklusif,” jelas Menkraf dalam pernyataannya, yang dikutip pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Menurut Teuku Riefky, bidang sulih suara atau pengisi suara kini menawarkan banyak ruang untuk kolaborasi. Keterampilan ini sangat dibutuhkan dalam berbagai sektor, mulai dari perfilman, periklanan, hingga konten digital dan permainan. Ia juga menambahkan bahwa suara dari talenta WVI telah digunakan oleh lebih dari 300 perusahaan untuk berbagai produk.
Kesempatan ini dinilai sangat berharga bagi mahasiswa untuk mulai mengembangkan portofolio mereka dan bahkan mendapatkan penghasilan sebelum menyelesaikan pendidikan mereka.
“Mahasiswa bisa mulai menghasilkan uang sambil kuliah. Ini adalah langkah untuk membantu generasi muda kita menjadi lebih mandiri sekaligus mengurangi angka pengangguran di negara kita,” imbuhnya.
Dekan Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Telkom University, Iis Kurnia Nurhayati, juga menekankan pentingnya keterampilan sulih suara bagi mahasiswa di bidang komunikasi. Menurutnya, kemampuan dalam mengolah suara tidak hanya terbatas pada membaca naskah, tetapi juga mencakup penyampaian pesan, pengembangan karakter, dan penyaluran emosi agar dapat diterima dengan baik oleh audiens.
“Meski teknologi terus berkembang, kepekaan, interpretasi, dan ekspresi manusia tetap memiliki nilai yang sangat penting dalam komunikasi. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara mahasiswa dan industri,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: BNI Ingatkan Nasabah untuk Waspada Terhadap Ancaman Vishing dan Phishing demi Keamanan Data Pribadi
➡️ Baca Juga: Wartawan asal Palu Ditemukan Tewas di Hotel Jakbar, Polisi Temukan Obat-obatan




