pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Jokowi Menerima Pedang Naga Liman, Senjata Tradisional dari Kesultanan Cirebon

Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, menerima sebuah cinderamata yang penuh arti saat menghadiri acara syukuran keluarga KH Muhammad Busthomi, atau akrab disapa Gus Ujang Busthomi, di Desa Sinarrancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada hari Sabtu, 12 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menerima Pedang Naga Liman, sebuah senjata tradisional yang mengandung nilai sejarah dan budaya yang dalam dari Kesultanan Cirebon. Setelah tiba di Yayasan Al-Bhustomi Padepokan Anti Galau milik Gus Ujang Busthomi, Presiden Jokowi diarahkan menuju ruang tamu yang telah disiapkan khusus untuknya.

Gus Ujang kemudian menyerahkan Pedang Naga Liman sebagai simbol penghormatan kepada Jokowi, yang sangat berarti bagi masyarakat Cirebon.

“Saya merasa senang menerima pedang ini, terutama karena ada ukiran yang sangat indah,” ungkap Jokowi saat menerima cinderamata tersebut.

Pedang Naga Liman memiliki ukiran yang menggambarkan makhluk-makhluk mitologis, termasuk Naga dan Liman, yang mencerminkan unsur Naga serta Gajah/Buraq/Paksi. Senjata tradisional ini memiliki hubungan yang erat dengan sejarah dan kebudayaan Kesultanan Cirebon yang kaya.

Makna simbolis dari Naga Liman meliputi keteguhan dalam menjalankan amanah, serta ajaran untuk menjadi individu yang ikhlas dalam berbuat baik dan memberikan manfaat kepada sesama.

Menariknya, Jokowi membalas pemberian tersebut dengan memberikan hadiah kepada anak Gus Ujang Busthomi yang turut hadir dalam acara syukuran tersebut. Sebuah sepeda menjadi hadiah yang diserahkan Jokowi kepada anak tersebut.

Dalam kunjungan ini, Jokowi didampingi oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP PSI, serta Ketua DPP Bidang Politik, Bestari Barus.

Acara yang dihadiri oleh Presiden Jokowi ini merupakan syukuran atas khitanan Muhammad Aulian Ghayda Fattana, anak ketujuh dari Gus Ujang Busthomi. Prosesi khitanan tersebut telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2026, menandai momen penting dalam tradisi keluarga.

    ➡️ Baca Juga: Diversifikasi Portofolio Investasi Sebagai Strategi Meminimalisir Risiko Kerugian Di Bursa Efek

    ➡️ Baca Juga: Politeknik SCI: Pendidikan Inklusif Tantangan & Peluang

    Related Articles

    Back to top button