Huawei Klaim Lampaui Nvidia dalam Persaingan Bisnis Chip yang Ketat

Jakarta – Persaingan di industri chip pemrosesan untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin memanas. Huawei, raksasa teknologi asal Tiongkok, mengklaim bahwa chip Ascend yang mereka luncurkan telah mengungguli Nvidia dalam hal pangsa pasar.
Pernyataan ini disampaikan oleh Eric Xu dalam sesi tanya jawab yang diadakan baru-baru ini.
“Cukup menantang untuk mendapatkan data akurat mengenai pangsa pasar Nvidia di Tiongkok, tetapi berdasarkan informasi yang kami kumpulkan, Ascend telah melampaui Nvidia,” ungkap Chairman Huawei, Eric Xu. Meskipun demikian, Xu tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai keunggulan pasar yang dimiliki oleh Huawei.
Menurut Xu, ada dorongan yang kuat di kalangan masyarakat Tiongkok untuk mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri. Pernyataan Huawei ini juga berkaitan dengan kebijakan pembatasan ekspor chip AI yang diterapkan oleh Amerika Serikat terhadap Tiongkok. Pada masa pemerintahan Donald Trump, peraturan tentang lisensi penjualan akselerator AI dari Nvidia dan AMD ke Tiongkok diperketat pada April 2025, sebelum akhirnya dilonggarkan pada musim panas tahun yang sama.
Pemerintah AS bahkan memberikan izin kepada Nvidia untuk menjual akselerator H200 yang lebih canggih kepada pelanggan di Tiongkok yang telah mendapatkan persetujuan.
Namun, kebijakan pembatasan ini telah menimbulkan keprihatinan di Tiongkok terkait kelangsungan pasokan chip asing. Sebagai respons, pemerintah Tiongkok mulai mendorong penyedia data center untuk beralih ke produk lokal, menggantikan akselerator dari luar negeri. Dalam laporan kinerja yang dipublikasikan oleh Nvidia, perusahaan itu mengungkapkan bahwa pengiriman H200 ke Tiongkok memang telah dimulai, meskipun dalam jumlah terbatas.
Meski Huawei mengklaim telah mengungguli Nvidia di pasar Tiongkok, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi. Xu menyebutkan bahwa Huawei saat ini belum memiliki kapasitas produksi yang memadai untuk memenuhi seluruh permintaan yang ada di Tiongkok.
“Kami tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi permintaan yang ada di Tiongkok,” tegas Xu. Oleh karena itu, Huawei memprioritaskan pelanggan di Tiongkok yang membutuhkan kapasitas komputasi yang lebih tinggi.
➡️ Baca Juga: Peluang Bisnis Mandiri di Era Modern Melalui Side Hustle Digital yang Menguntungkan
➡️ Baca Juga: Daftar Resmi Menteri dan Pejabat Baru Dilantik Prabowo pada 1 Oktober 2026




