Polisi Periksa Tiga Pegawai Restoran 88 Seoul Bandung Terkait Dugaan Keracunan dan Uji Makanan

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung tengah melakukan pemeriksaan terhadap tiga pegawai Restoran 88 Seoul yang terletak di kawasan Paskal, Bandung. Langkah ini diambil setelah munculnya dugaan keracunan yang dialami oleh sejumlah pengunjung restoran. Selain itu, pihak kepolisian juga telah mengambil sampel makanan dari restoran tersebut untuk dianalisis di laboratorium guna mengidentifikasi penyebab dari kejadian tersebut.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, menjelaskan bahwa penyidik telah mengunjungi lokasi restoran dan mengumpulkan keterangan dari beberapa pegawai. Tindakan ini merupakan bagian dari proses penyelidikan yang mendapat sorotan publik terkait kasus dugaan keracunan ini.
“Kami telah melakukan kunjungan ke restoran tersebut dan melakukan wawancara dengan pegawai. Kami juga sudah mengumpulkan sampel makanan untuk diuji di Labkesda, guna memastikan apakah ada masalah pada bahan-bahan atau metode yang digunakan oleh restoran,” ujar Anton pada hari Sabtu, 9 Oktober 2026.
Pemeriksaan yang dilakukan terhadap para pegawai bertujuan untuk mendalami informasi mengenai makanan yang disajikan kepada pelanggan. Sementara itu, sampel makanan yang diambil akan dianalisis di laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) untuk mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi atau masalah lainnya.
Hasil dari pengujian ini diharapkan dapat memberikan gambaran jelas kepada penyidik mengenai adanya masalah pada bahan makanan atau proses pengolahannya yang berhubungan dengan dugaan keracunan yang terjadi.
Di samping memeriksa pegawai dan mengambil sampel makanan, penyidik juga telah berbicara dengan beberapa konsumen yang diduga menjadi korban keracunan. Keterangan dari mereka sangat penting untuk melengkapi proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Anton menambahkan bahwa pihak kepolisian masih mendalami penyebab kejadian dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Mereka juga menjalin kerja sama dengan rumah sakit untuk mendapatkan informasi medis terkait kondisi konsumen yang diduga mengalami keracunan.
Langkah ini diambil untuk mengetahui apakah gejala kesehatan yang dialami oleh konsumen berkaitan langsung dengan makanan yang mereka konsumsi di restoran tersebut.
Menurut Anton, proses pemeriksaan masih berlangsung dan pihak kepolisian belum dapat memberikan hasil akhir mengenai penyebab dugaan keracunan tersebut. Mereka masih menunggu hasil dari pemeriksaan oleh instansi terkait.
“Saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung. Kami juga berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan apakah keluhan kesehatan yang dialami oleh para konsumen memang disebabkan oleh makanan. Kami akan memberikan update setelah mendapatkan hasil dari dinas terkait,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Ustaz Riza Muhammad Dapat Kritik, Indri Giana Bagikan Pesan Penting tentang Kesabaran
➡️ Baca Juga: 4 Rutinitas Perawatan Rambut untuk Mencapai Kesehatan dan Kecantikan Maksimal




