Rumah Doa di Tangerang Disegel Usai Ibadah Jumat Agung, PSI Mengutuk Tindakan Tersebut

Polemik mengenai penyegelan rumah doa kembali mengemuka dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan respons tegas terhadap penyegelan rumah doa Persekutuan Oikumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika yang terjadi di Kabupaten Tangerang, bertepatan dengan momen sakral Jumat Agung.
Menurut Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, tindakan penyegelan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia setiap warga negara dalam menjalankan ibadah.
“Penyegelan yang dilakukan jelas merupakan pelanggaran terhadap hak dasar warga negara untuk menjalankan ibadah yang dilindungi oleh Konstitusi,” ungkap Andy pada Minggu, 5 April 2026.
PSI juga mengingatkan kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar tidak mudah terpengaruh oleh tekanan yang datang dari kelompok tertentu dalam menangani isu-isu sensitif seperti ini.
“Tugas pemerintah adalah melindungi hak-hak kelompok minoritas dan memastikan bahwa tidak ada pelanggaran terhadap kebebasan beribadah,” tegasnya.
Lebih jauh, PSI mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret dalam membangun dialog yang adil dan setara untuk mencapai solusi jangka panjang yang dapat diterima oleh semua pihak.
“Selain itu, pemerintah daerah harus memelihara dialog yang setara dan berkeadilan untuk menemukan solusi yang permanen dan menghormati hak semua pihak yang terlibat,” tambahnya.
Andy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga nilai-nilai toleransi dan menghindari tindakan sepihak yang dapat memicu konflik sosial.
“PSI menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk selalu mengutamakan semangat toleransi, tidak memaksakan kehendak, dan menghindari tindakan sepihak,” katanya.
Diketahui bahwa rumah doa POUK Tesalonika yang terletak di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, disegel oleh Satpol PP setelah adanya desakan dari sekelompok warga.
Ironisnya, penyegelan itu terjadi sesaat setelah jemaat menyelesaikan ibadah Jumat Agung pada 3 April 2026.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengatur Asupan Karbohidrat Sehari-hari untuk Kesehatan Tubuh Optimal
➡️ Baca Juga: Mahasiswa UGM Demo Protes Biaya Kuliah: UKT Dinilai Terlalu Berat




