Tiga Pelaut Kapal Kargo Thailand Tewas Akibat Serangan Rudal di Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, mengonfirmasi bahwa tiga pelaut asal Thailand yang berada di kapal kargo Mayuree Naree, telah kehilangan nyawa mereka akibat serangan rudal yang terjadi di Selat Hormuz.
“Kami merasakan kesedihan yang mendalam dan dengan berat hati saya menyampaikan bahwa tiga pelaut Thailand yang tetap berada di atas kapal kargo Mayuree Naree, yang diserang rudal di Selat Hormuz hingga menyebabkan kebakaran, telah meninggal dunia,” ungkap Menlu Phuangketkeow kepada para wartawan.
Phuangketkeow juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penyelamatan, di mana 20 anggota kru lainnya berhasil keluar dari kapal yang terbakar dan kemudian dievakuasi oleh personel angkatan laut Oman, bekerja sama dengan Angkatan Laut Kerajaan Thailand.
Ia menekankan bahwa upaya penyelamatan tersebut mencerminkan kolaborasi diplomatik internasional antara Thailand dan beberapa negara lainnya, yang menunjukkan betapa pentingnya kerja sama dalam situasi krisis.
Pada tanggal 11 Maret, kapal kargo Mayuree Naree mengalami serangan rudal saat melintasi Selat Hormuz. Rudal tersebut menghantam ruang mesin, tempat di mana ketiga pelaut berada saat insiden terjadi, sehingga mereka tidak dapat melarikan diri bersama anggota kru lainnya.
Setelah diserang, kapal tersebut terombang-ambing sebelum akhirnya terdampar di pantai Iran, tepatnya di dekat salah satu pulau yang ada di wilayah tersebut. Tim penyelamat Iran berhasil menemukan jenazah ketiga pelaut Thailand yang tewas akibat serangan rudal tersebut.
➡️ Baca Juga: Dewan Keamanan AS Mengusulkan Pemecahan Iran Menjadi Beberapa Bagian
➡️ Baca Juga: Latihan Gym Terbaik untuk Menjaga Keseimbangan Otot Tubuh Kanan dan Kiri yang Optimal




